Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tekan Biaya Haji, Komisi VIII DPR Minta Pengeluaran Tak Efisien Dicoret

Ada beberapa pembiayaan yang bisa ditekankan untuk menekan pengeluaran biaya haji

Komisi VIII DPR An’im Falachuddin. (Foto: dok Fraksi PKB)
Komisi VIII DPR An’im Falachuddin. (Foto: dok Fraksi PKB)
A A

, JAKARTA - Tekan , Anggota Komisi VIII An’im Falachuddin mengatakan salah satunya adalah dengan mencoret deretan yang tidak efisien. 

Gus An’im-sapaan akrab An’im Falachuddin mengatakan ada beberapa pembiayaan yang bisa ditekankan untuk menekan pengeluaran biaya haji. Misalnya biaya penerbangan yang menurutnya bisa ditekankan semaksimal mungkin agar lebih murah tanpa mengurangi kualitas pesawat yang akan digunakan untuk mengakomodir ke . 

“Saya kira harus dibicarakan lebih lanjut agar biaya penerbangan dan akomodasi lebih murah untuk langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya, Sabtu (41/2025). 

Selain pos biaya penerbangan, kata Gus An’im katering juga bisa diefesienkan tanpa mengurangi kualitas. Paling pokok katering jamaah harus memenuhi kecukupan gizi dan kebersihan serta bisa dikonsumsi lanjut usia yang memiliki kebutuhan tertentu. 

“Catering juga bisa ditekan lagi harganya tapi tidak mengurangi kualitas,” katanya.

PKB, katanya, lanjut Gus An’im sepakat jika pembiayaan yang dikeluarkan jamaah haji 60 persen, sedangkan pembiayaan dari nilai manfaatnya 40 persen.

Baca Juga: Arab Saudi Bakal Batasi Usia Jemaah Haji di Atas 90 Tahun, Indonesia Tunggu Surat Resmi

“Kalau bisa 50:50 untuk biaya yang dikeluarkan jamaah haji dan pengeluaran dari nilai manfaat,” katanya. 

Ia mengatakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) harus bisa melakukan terobosan terkait pembiayaan haji sehingga dalam jangka panjang tidak semakin membebani jamaah haji Indonesia. 

“BPKH dipisah dari Kemenag untuk bisa berikan investasi tapi malah belum terlihat hasilnya,” kata Gus An’im. 

Baca Juga: Kenaikan Biaya Haji 2025 Jadi Beban Berat Masyarakat

Biaya yang juga bisa ditekankan adalah meminimalisir pelaksanaan manasik oleh Kemenag kepada jamaah haji. Hal ini karena Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) kerap melakukan manasik haji bahkan tidak hanya jelang keberangkatan tapi rutin dilakukan beberapa bulan sebelumnya.

Sebaiknya, manasik haji yang dilakukan oleh Kemenag, diberikan juga kepada jamaah haji cadangan yang kerap kali tidak sempat mengikuti pelaksanaan manasik haji karena pemberitahuan keberangkatan yang mendadak. 

“Setidak pas ada panggilan haji, walaupun cadangan, tetap dilakukan pemberikan kegiatan manasik,” katanya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait