Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sumbang 30 Persen Kasus TBC di Sumsel, Palembang Tembus 2.816 Penderita

Kasus TBC di Sumsel mencapai 9.548 hingga Juni 2026. Palembang menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yakni 2.816 penderita dan 137 kematian.

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - Kota Palembang menjadi daerah dengan temuan kasus () tertinggi di (Sumasel) hingga pertengahan tahun 2026.

Dari total 9.548 kasus di Sumsel hingga Juni 2026, hampir 30 persen atau sebanyak 2.816 penderita terkonsentrasi di Ibu Kota Provinsi ini.

Selain tingginya angka penularan, juga mencatatkan angka kematian tertinggi akibat TBC, yakni sebanyak 137 jiwa.

Kepala Dinas Sumsel, Trisnawarman menyebut jika tingginya temuan angka di Palembang sejalan dengan makin masifnya upaya skrining dan deteksi dini di lapangan.

"Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan menunjukkan upaya deteksi dini semakin baik sehingga lebih banyak pasien dapat segera memperoleh pengobatan," ujar Trisnawarman, Rabu (29/7/2026).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) , Ira Primadesa, memaparkan bahwa setelah Palembang, kasus TBC terbanyak dicatat oleh Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 783 kasus dan Muara Enim 747 kasus.

Berikut rincian lengkap temuan kasus dan angka kematian TBC di seluruh wilayah Sumsel hingga Juni 2026:

  • Kota Palembang: 2.816 kasus (137 meninggal)
  • Ogan Komering Ilir (OKI): 783 kasus (21 meninggal)
  • Muara Enim: 747 kasus (26 meninggal)
  • Musi Banyuasin: 586 kasus (29 meninggal)
  • Kota Lubuklinggau: 580 kasus (12 meninggal)
  • Banyuasin: 570 kasus (19 meninggal)
  • OKU Timur: 477 kasus (19 meninggal)
  • Empat Lawang: 415 kasus (7 meninggal)
  • OKU: 392 kasus (9 meninggal)
  • Lahat: 363 kasus (22 meninggal)
  • Musi Rawas: 335 kasus (10 meninggal)
  • Ogan Ilir: 308 kasus (20 meninggal)
  • Kota Prabumulih: 302 kasus (9 meninggal)
  • OKU Selatan: 287 kasus (9 meninggal)
  • Musi Rawas Utara: 235 kasus (5 meninggal)
  • PALI: 176 kasus (4 meninggal)
  • Kota Pagar Alam: 176 kasus (8 meninggal)

Ia menjelaskan secara keseluruhan di tingkat provinsi, angka kematian akibat TBC mencapai 366 orang dari total 9.548 kasus.

Notifikasi kasus tertinggi di Sumsel terjadi pada bulan Januari sebanyak 1.851 kasus dan April 1.821 kasus, sementara angka terendah tercatat pada Maret sebanyak 1.369 kasus.

Sebagai pembanding, sepanjang tahun 2025 lalu berhasil menemukan dan mengobati 24.748 kasus TBC (65,34 persen dari estimasi kasus).

Ira menyampaikan jika penyebaran TBC dipicu oleh beberapa faktor lingkungan dan , yakni lingkungan dengan sirkulasi atau ventilasi udara yang kurang baik, kontak erat durasi panjang dengan penderita yang belum diobati secara optimal, riwayat penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Guna memutus rantai penularan dan mendukung Target Eliminasi TBC Nasional 2030, Dinkes Sumsel mengintensifkan investigasi kontak erat terhadap keluarga yang tinggal serumah dengan pasien.

Langkah ini mencakup skrining kesehatan umum hingga pemeriksaan sampel dahak secara gratis di fasilitas kesehatan.

Upaya komprehensif ini didukung alokasi APBD, penguatan layanan kesehatan primer, pelacakan pasien putus berobat, pemberian makanan tambahan, hingga skrining aktif di lingkungan perusahaan dan komunitas.

"Pasien harus patuh minum obat sampai selesai. Jika pengobatan tidak tuntas, risiko kematian meningkat dan potensi penularan kepada orang lain juga semakin besar," tutupnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait