SMPN 1 Pematang Raya Terkendala Gedung Bertingkat dan Harapkan Penambahan Unit Smart TV
SMPN 1 Pematang Raya Terkendala Gedung Bertingkat dan Harapkan Penambahan Unit Smart TV
Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN — Proses digitalisasi pendidikan di SMP Negeri 1 Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dihadapkan pada tantangan nyata di lapangan.
Di tengah tingginya antusiasme warga sekolah dalam menyambut era pembelajaran berbasis digital, pihak sekolah justru terkendala oleh kondisi infrastruktur gedung bertingkat serta minimnya jumlah perangkat yang tersedia.
Kepala SMPN 1 Pematang Raya, Lamhot Saragih, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima bantuan dua unit perangkat Smart TV dari Kementerian Pendidikan secara bertahap pada akhir November hingga awal Desember 2025 lalu.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kata ideal jika dibandingkan dengan total 33 rombongan belajar (rombel) yang ada di sekolah tersebut.
"Kendalanya pasti ada dan bahkan banyak. Sekolah kita ini berlantai dua, sehingga sangat berisiko tinggi terhadap keamanan dan tingkat kerusakan jika perangkat harus dipindah-pindah antar-ruangan kelas setiap hari," ujar Lamhot Saragih saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9/2026).
Untuk menyiasati kendala tersebut demi keselamatan perangkat keras maupun lunak, pihak sekolah terpaksa menempatkannya secara permanen di ruang laboratorium komputer dan ruangan kepala sekolah.
Para guru dan siswa yang hendak memanfaatkan fasilitas pembelajaran berbasis digital ini pun diarahkan langsung menuju ruang laboratorium.
Kendati demikian, tenaga pengajar SMPN 1 Pematang Raya, Lasmaida Nainggolan, menyebutkan bahwa kehadiran teknologi audio-visual ini disambut dengan semangat yang luar biasa oleh para siswa.
Proses belajar mengajar dinilai menjadi jauh lebih interaktif dan menarik dibandingkan metode konvensional sebelumnya.
Namun, keterbatasan jumlah unit membuat para guru harus mengantri dan berbagi jadwal pemanfaatan secara bergantian. Mengingat tingginya minat serta kebutuhan mendesak di setiap kelas, pihak sekolah bersama para guru pun menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat.
"Harapan kami kepada pemerintah, semoga program ini berkelanjutan dan fasilitasnya semakin ditambah. Kalau bisa minimal 4 hingga 10 unit atau satu unit untuk setiap kelas, agar pemanfaatan digital ini bisa dirasakan secara merata tanpa mengganggu kelancaran jam pelajaran," beber Lasmaida.
Meski masih dihadapkan pada keterbatasan unit dan tantangan struktur gedung bertingkat, pihak SMPN 1 Pematang Raya tetap berkomitmen mengoptimalkan sarana yang ada melalui komunitas belajar antarguru demi menjaga kualitas mutu pendidikan digital di Kabupaten Simalungun.
(Cv3/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan