Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Siap Mendunia, Bupati Ingin Daftarkan Bakso dan Mie Ayam Wonogiri ke UNESCO

Tak hanya jadi ciri khas wilayah, kata Setyo, tapi juga dunia dengan mendaftarkannya ke UNESCO sebagai Warisan Budaya tak Benda

Ilustrasi mie ayam bakso Wonogiri. (Foto: dok Ist)
Ilustrasi mie ayam bakso Wonogiri. (Foto: dok Ist)
A A

, - Bupati Wonogiri, mengaku ingin menguatkan identitas dan menjadi unggulan yang melekat dengan nama Wonogiri.

Hal ini lantaran melihat potensi khas yang telah meluas hingga di pelosok Nusantara.

Tak hanya jadi ciri khas wilayah, kata Setyo, tapi juga dunia dengan mendaftarkannya ke sebagai Warisan Budaya tak Benda. Ide ini dimunculkan saat festival Bakso dan Mie Ayam, belum lama ini.

Baca Juga : VIRAL Tukang Bakso di Malang Bangun Jalan Desa Rp 10 Miliar Pakai Uang Pribadi

“Event ini bukan sekedar festival , tetapi merupakan langkah awal menuju branding sebagai kota ,” jelasnya dikutip dari RMOL, Minggu (10/8/2025).

Untuk itu, ia mengajak masyarakat Wonogiri dan seluruh elemen yang ada bersama-sama mendukung rencana menjadikan bakso sebagai identitas kota Wonogiri dan mengangkatnya menjadi kuliner khas yang layak menembus pasar global.

Seorang pelaku usaha bakso dan , Astuti menyatakan dukungan atas niat pemerintah mengangkat bakso menjadi ikon kota Wonogiri.

Namun Astuti mengingatkan agar misi ini tidak dikaitkan dengan kepentingan politik dan jika ada pendampingan atau bantuan dapat diberlakukan adil kepada semua pelaku usaha bakso dan mie ayam yang ada di Wonogiri.

Baca Juga : Penjual Bakso Pentol asal Blitar Merantau ke Kaltim, Pendapatan Naik Sejak Ada IKN 

“Hanya perlu pendampingan yang layak dan adil bagi pelaku UMKM bakso dan mie ayam, agar semua mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa berkembang,” ujarnya.

Dukungan senada disampaikan oleh seorang warga, Andayani. 

“Tentu bangga jika ikon tersebut bisa diwujudkan,” kata Anik, biasa akrab disapa. 

Anik yang juga pendamping proses produk halal (P3H), menyatakan pentingnya menghalalkan dulu produk bakso.

“Halalkan dulu baru bicara bakso sebagai ikon dan menjadikan Wonogiri sebagai kota bakso,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, Anik menyampaikan perihal persaingan bisnis kuliner yang main ketat dan pentingnya sertifikat halal untuk menjaga ketahanan usaha dan kenyamanan pelanggannya.

“Daging sebagai bahan dasar bakso sering dijadikan bahan rumor untuk menjatuhkan lawan bisnisnya. Rumor daging campuran terjadi bahkan di banyak tempat di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga : Resep Mudah Bakso Kuah Solo untuk 2 Porsi

Anik memberikan contoh tentang rumor bakso Wonogiri yang dicampur daging babi (hutan), utamanya di daerah Sumatera. Untuk itu, Anik menyarankan agar para pelaku usaha bakso juga memperhatikan kehalalan produknya.

Menurut Anik, Bakso bersertifikat Halal merupakan bukti kolaborasi nyata masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan branding Wonogiri sebagai kota bakso.

(*/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru