Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Selat Hormuz Dibuka Kembali, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok 10 Persen

Harga minyak mentah WTI dan Brent anjlok 10% lebih usai Iran buka Selat Hormuz selama gencatan senjata Lebanon

Foto yang diabadikan pada 21 Desember 2025 ini menunjukkan anjungan minyak dan gas lepas pantai di Ladang Minyak Bohai. (Foto: Xinhua/Du Penghui)
Foto yang diabadikan pada 21 Desember 2025 ini menunjukkan anjungan minyak dan gas lepas pantai di Ladang Minyak Bohai. (Foto: Xinhua/Du Penghui)
A A

Nusantaraterkini.co, NEW YORK CITY - Harga kontrak berjangka minyak mentah anjlok lebih dari 10 persen setelah mengumumkan pembukaan bagi semua kapal komersial selama masa di , pada Jumat (17/4/2026) pagi. 

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sempat turun hingga 83 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.142) per barel, dari harga penutupan 94,69 dolar AS per barel pada Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni sempat menyentuh level terendah 87,71 dolar AS per barel pada sesi pagi, dibandingkan harga penutupan 99,39 dolar AS per barel.

Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi pada Jumat mengatakan melalui unggahan di platform media sosial X bahwa jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode di .

Presiden Amerika Serikat (AS) menyampaikan terima kasih kepada Iran atas pengumuman pembukaan penuh Selat Hormuz pada Jumat. Dalam unggahan lanjutan, dia mengatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan tetap diberlakukan sepenuhnya hingga transaksi Washington dengan Teheran "100 persen selesai".

Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada tengah malam antara Kamis dan Jumat waktu setempat (Jumat 04.00 WIB).

Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang mencakup sekitar 20 persen aliran minyak global, secara efektif telah ditutup sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari.

(*/) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru