Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Melemah di Pembukaan, Mata Uang Asia Kompak Bergerak Fluktuatif

Rupiah dibuka melemah ke Rp16.641 per dolar AS. Pergerakan dipengaruhi sentimen The Fed, tekanan fiskal, hingga penantian kebijakan upah 2026.

Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar kembali dibuka tertekan pada awal perdagangan Jumat (28/11/2025). Mengacu data Bloomberg, rupiah memulai sesi di posisi Rp16.641 per Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,03 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.636 per dolar AS.

Sejumlah di kawasan Asia pun bergerak campuran terhadap dolar. Won Korea Selatan tercatat mencatat pelemahan terdalam setelah tergelincir 0,12 persen. Disusul dolar Taiwan yang turun 0,05 persen, serta yen Jepang yang melemah 0,03 persen.

Sementara itu, Hong Kong ikut terkoreksi tipis 0,01 persen, dan yuan China bergerak mendatar.

Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi dengan penguatan tertinggi di kawasan, naik 0,1 persen. Dolar Singapura serta baht Thailand menguat 0,02 persen, dan peso Filipina menguat tipis 0,03 persen.

Menurut riset Samuel Sekuritas, pergerakan hari ini akan dibayangi sejumlah faktor eksternal dan domestik. Dari global, pasar mencermati rencana pergantian Gubernur The Fed, arah kebijakan moneter AS, serta prospek pemangkasan suku bunga acuan. Kondisi makro AS yang masih penuh ketidakpastian membuat volatilitas rupiah sulit dihindari.

Di sisi domestik, tekanan juga datang dari respons pemerintah terhadap bencana alam yang dapat mengerek beban anggaran, termasuk biaya adaptasi perubahan iklim. Selain itu, isu impor ilegal serta kepatuhan di sektor penerbangan menunjukkan perlunya koordinasi lintas lembaga.

Pasar turut menunggu pengumuman yang tertunda. Keputusan ini diperkirakan menjadi salah satu katalis bagi pemulihan indeks kepercayaan konsumen, setelah sempat melemah pada September dan sedikit pulih di Oktober.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru