RI Pacu Akselerasi Ekspor Manufaktur ke Eurasia Melalui Kemitraan dengan Azerbaijan
Indonesia percepat MoU manufaktur dengan Azerbaijan untuk memperluas ekspor ke Eurasia, menarik investasi, dan mendorong alih teknologi.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah agresif untuk memperluas penetrasi pasar industri ke kawasan Eurasia dengan mempercepat penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama manufaktur bersama Azerbaijan. Langkah strategis ini memanfaatkan momentum krusial dari status Indonesia sebagai Partner Country dalam ajang pameran teknologi industri internasional, INNOPROM 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, posisi geografis Azerbaijan sangat vital karena bertindak sebagai gerbang logistik utama yang menghubungkan benua Asia dan Eropa. Kerja sama bilateral ini diharapkan mampu menjadi pemantik investasi baru serta memfasilitasi proses transfer teknologi mutakhir ke tanah air.
“INNOPROM 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara strategis, termasuk dengan Azerbaijan. Kami harap pembahasan MoU ini mampu membuka peluang investasi, memacu alih teknologi, dan menciptakan kerja sama yang saling bermanfaat bagi kedua negara,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, seperti dilansir RMOL, Senin (20/7/2026).
Draf kesepakatan tersebut kini telah dikirimkan secara resmi oleh Kementerian Perindustrian kepada otoritas Azerbaijan melalui jalur diplomasi. Perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah tersebut tengah mendorong agar proses verifikasi dan penandatanganan kesepakatan dapat segera dirampungkan tanpa penundaan birokrasi.
Dalam klausul perjanjian yang diajukan, Indonesia menitikberatkan kolaborasi pada sejumlah sektor krusial. Beberapa di antaranya meliputi pertukaran informasi regulasi industri, pengembangan rantai pasok global, sinkronisasi kawasan industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pengadaan forum bisnis berskala makro.
Secara geopolitik ekonomi, Azerbaijan memiliki daya tawar tinggi karena menguasai akses jalur logistik Middle Corridor dan International North–South Transport Corridor (INSTC). Akses tersebut akan mempermudah produk lokal buatan Indonesia menembus wilayah pasar yang selama ini sulit dijangkau, seperti kawasan Kaukasus, Asia Tengah, hingga Eropa Timur.
"Hingga saat ini, neraca perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Azerbaijan terus menunjukkan performa positif bagi pihak domestik. Komoditas ekspor andalan Indonesia didominasi oleh produk minyak sawit, sabun, plastik, tembakau, serta olahan makanan, sementara Azerbaijan menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah untuk kebutuhan energi nasional dengan total nilai transaksi bilateral mencapai 155,2 juta Dolar AS," pungkas Agus.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PAPUA TERKINIDPD Dorong PPDS RSPPU Jadi Jalur Afirmasi Nyata bagi Dokter Papua
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Minta Aturan Pajak Marketplace Tak Bebani UMKM
Herman Saleh Harahap·14 menit yang lalu -
-
-
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan