Polri Segera Umumkan Tersangka 3 Kasus Korupsi Besar: Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel
Polri segera umumkan tersangka kasus korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel. Simak perkembangan terbarunya
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan sinyal kuat terkait perkembangan pengusutan tiga kasus korupsi besar yang tengah menjadi sorotan publik, yakni dugaan rasuah di sektor batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.
Pihak kepolisian memastikan bahwa penetapan tersangka dalam perkara tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh Direktur Penindakan Kortas Tipidkor Polri, Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, serta Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon.
Budi menegaskan, komitmen pemberantasan korupsi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Kami yakin seluruh kementerian dan lembaga mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi, apalagi ini telah menjadi program prioritas Bapak Presiden. Kami pastikan sinergi dan kolaborasi terus berjalan untuk menuntaskan perkara ini," ujar Budi.
Terkait waktu pasti pengumuman tersangka, Budi belum merinci jadwal detailnya. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak akan memakan waktu lama.
"Kami akan segera menyampaikan siapa saja tersangkanya. Ini adalah hasil dari joint investigation antara Kortas Tipidkor dan Polda Metro Jaya. Mohon bersabar, dalam waktu dekat akan kami umumkan," tambahnya.
Sebelumnya, pengusutan ketiga kasus ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo. Penyidikan intensif terus dilakukan, termasuk serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi strategis seperti Cafe de'Clan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta Koin Money Changer, guna mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.
Budi menjelaskan, investigasi ini mencakup berbagai tindak pidana, mulai dari suap, gratifikasi, hingga pencucian uang. Penggeledahan tersebut dilakukan sebagai langkah konkret penyidik untuk menelusuri aliran dana dan aset terkait kasus korupsi batu bara yang diduga memicu blackout di Sumatera, serta penyimpangan di ASABRI dan Krakatau Steel.
"Proses ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menjalankan penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti agar perkara ini terang benderang," pungkasnya.
(*/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OTOMOTIFPenjualan Mobil Bensin di Australia Anjlok, Kendaraan Listrik Asal Tiongkok Kian Mendominasi
Rozie Winata·19 menit yang lalu -
EKONOMITuris Asing ke Thailand Turun Tipis per Oktober 2026, Pariwisata Domestik Jadi Penopang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTSinergi Pemprov Sumut, ESDM dan PLN Kejar Target 100 Persen Listrik Desa
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
NASIONALMenaker: Pemagangan Nasional Pangkas Kesenjangan Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANRizky Cahyadi Berbagi Pengalaman dalam Pelatihan Fotografi Dasar Pemko Medan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KRIMINALMantan Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Aliran Uang BUMN
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANRico Waas Minta Calon Pensiunan ASN Tetap Berkarya
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
PAPUA TERKINISenator Filep Wamafma Terus Perjuangkan Peningkatan Revitalisasi Sekolah di Papua Barat
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan