Peserta Aksi yang Ditangkap Bertambah jadi 44 Orang, Wartawan Dilarang Masuk ke Mapoldasu
Penangkapan itu terjadi dalam demonstrasi yang berlangsung ricuh, di depan Gedung DPRD Sumut, pada Selasa
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Jumlah massa aksi yang ditangkap saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) bertambah 5 orang, dari 39 orang menjadi 44 orang.
Penangkapan itu terjadi dalam demonstrasi yang berlangsung ricuh, di depan Gedung DPRD Sumut, pada Selasa (26/8/2025).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada Rabu (27/8/2025) sekitar Pukul 01.15 WIB, jumlah tersebut kemungkinan akan kembali bertambah.
Amatan Nusantaraterkini.co, tampak sejumlah orang berkumpul di luar gerbang Mapolda Sumut.
Di sisi lain, terlihat juga hadir sejumlah keluarga dari para peserta aksi yang saat ini sedang diamankan ke dalam Mapolda Sumut.
Baca Juga : Personel Polri Juga Luka-luka saat Unjuk Rasa Berujung Ricuh di DPRD Sumut, Ini Datanya
Sementara itu, terlihat juga sekumpulan pria berbadan tegap mengenakan pakaian preman berkumpul di kawasan parkir Indomaret, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
Terkait kebenaran informasi yang diperoleh, Nusantaraterkini.co mencoba untuk memasuki Markas Kepolisian daerah Sumut itu. Namun, petugas yang mengenakan seragam lengkap tidak memberikan izin.
“Maaf bang, saat ini belum diperbolehkan,” ucap seorang petugas yang berjaga di pos pintu masuk Polda Sumut, Rabu dini hari.
Sebelumnya telah diberitakan, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebut penangkapan peserta aksi tersebut merupakan langkah pengamanan dan mengklaim hal itu sebagai bentuk tanggung jawab Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kami menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi apabila aksi dilakukan dengan cara anarkis hingga merusak fasilitas dan melukai petugas, maka aparat wajib bertindak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol Ferry juga menyampaikan apresiasi terhadap sebagian besar peserta aksi yang tetap tertib dan kooperatif.
Menurutnya, kebebasan berekspresi tidak boleh disalahgunakan hingga menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Polri selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Namun, keselamatan masyarakat, termasuk peserta aksi sendiri, tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Hingga berita ini dimuat, suasana terkini di Polda Sumut kondusif. Di tengah kondisi itu, pendamping, rekan, serta keluarga para peserta aksi yang ditangkap terus berdatangan ke depan Mapolda Sumut.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·4 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·5 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·6 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·6 jam yang lalu -
KRIMINALTerbongkar! 101 Burung Langka Disimpan di Rumah Medan Deli, 11 Ditemukan Mati: Pemilik Diburu
hendra·7 jam yang lalu -
NEWSUsai Sidak Ombudsman, Miras hingga Alat Fitness di Lapas Cibinong Menghilang, Kemenimipas Turun Tangan Selidiki
hendra·8 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·8 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan