Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perkuat Ekonomi Hijau dan Biru, Sumut Kolaborasi dengan Konservasi Cakrawala Indonesia

Pemprov Sumut gandeng YCKI kembangkan ekonomi hijau dan biru untuk dorong pertumbuhan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat menerima audiensi Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (24/4/2026).(foto: diskominfo sumut)
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat menerima audiensi Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (24/4/2026).(foto: diskominfo sumut)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Gubernur (Sumut) berkolaborasi dengan Yayasan Cakrawala Indonesia () untuk memperkuat pengembangan dan biru. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kebangkitan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Pengembangan ekonomi hijau dan biru merupakan bagian dari program prioritas Bobby Nasution, tepatnya pada poin keenam. Ekonomi hijau berfokus pada , industri berkelanjutan, serta teknologi ramah . Sementara itu, menitikberatkan pada optimalisasi sektor kelautan dan perikanan, termasuk konservasi laut serta pemanfaatan sumber daya air secara bijak.

“Tujuan yang kita lakukan sangat baik, bukan hanya untuk Sumut, tetapi juga secara nasional dan internasional, bukan hanya sekitar tetapi juga alam semesta,” kata saat menerima audiensi Yayasan Cakrawala Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (24/4/2026).

Menurut Bobby, tantangan utama saat ini adalah menjaga keberlangsungan makhluk hidup di tengah upaya pemanfaatan sumber daya alam untuk nilai ekonomi. Ia menegaskan, aktivitas ekonomi harus tetap menjamin kelestarian lingkungan.

“Masih banyak masyarakat kita yang mengandalkan hutan untuk kelangsungan hidup, sementara pemerintah tetap harus memikirkan manfaat ekonominya, tetapi tidak merugikan makhluk hidup lainnya, entah itu tumbuhan, hewan dan juga manusia, ketika terganggu di situlah pemerintah hadir,” ujarnya.

Wakil Presiden Program YCKI, Fitri Hasibuan, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000 pihaknya telah membantu para pemerhati lingkungan dalam pembentukan Taman Nasional Batang Gadis. Selain itu, YCKI juga mendampingi sekitar 800 petani sawit untuk memperoleh sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (), sebagai bukti penerapan praktik sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Tahun depan kita akan berupaya membantu 2.000 petani untuk mendapatkan , kemudian kita juga telah melakukan pemulihan ekosistem 500 hektare, tahun ini kami targetkan 1.000 hektare terutama di kawasan yang terganggu bencana,” kata Fitri Hasibuan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Senior Director Sustainable Palm Oil at Conservation International, Melissa Thomas, jajaran , Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Heri Wahyudi Marpaung, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para pemerhati lingkungan. 

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait