Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Penurunan Minat Masuk Prodi Sains Ancaman Masa Depan Riset Indonesia

DPR menilai turunnya minat masuk prodi sains menjadi ancaman bagi masa depan riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.

Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah segera memperkuat ekosistem pendidikan dan riset untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang sains, Rabu (1/7/2026) (foto:istimewa)
Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah segera memperkuat ekosistem pendidikan dan riset untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang sains, Rabu (1/7/2026) (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menurunnya minat calon mahasiswa terhadap program studi (prodi) sains pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Negeri (PTN) 2026 menjadi perhatian serius. Fenomena jumlah pendaftar yang lebih rendah dibandingkan daya tampung dinilai berpotensi mengancam masa depan riset, dan daya saing Indonesia.

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad, menilai kondisi tersebut merupakan sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan pemerintah. Menurutnya, apabila tren ini terus berlanjut, Indonesia berisiko kekurangan ilmuwan dan peneliti, sehingga hanya menjadi pengguna teknologi dari negara lain, bukan sebagai pencipta .

"Menurunnya minat calon mahasiswa terhadap program studi sains dibandingkan daya tampung yang tersedia tidak bisa dianggap sepele. Ini adalah alarm keras bagi masa depan daya saing bangsa. Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi, bukan produsen," ujar Habib, Rabu (1/7/2026).

Ia menilai rendahnya minat generasi muda terhadap bidang sains dipengaruhi oleh belum kuatnya ekosistem industri berbasis riset di Indonesia. Selain itu, profesi ilmuwan dan peneliti dinilai belum mendapatkan penghargaan yang memadai, baik dari sisi jenjang karier maupun kepastian lapangan pekerjaan.

Menurut Habib, pemerintah perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi hingga menciptakan peluang kerja yang jelas bagi lulusan sains.

"Pemerintah harus memastikan kurikulum sains lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Yang tidak kalah penting, lulusan sains harus memiliki peluang kerja yang nyata sehingga generasi muda melihat bahwa memilih sains adalah investasi masa depan," katanya.

Lebih lanjut, Habib mendorong Kementerian , Sains, dan Teknologi segera menyiapkan kebijakan afirmatif untuk meningkatkan minat terhadap . Langkah tersebut antara lain melalui penambahan beasiswa khusus bidang sains, modernisasi laboratorium di sekolah dan perguruan tinggi, serta peningkatan anggaran riset nasional.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara , lembaga penelitian, dan dunia industri agar hasil riset dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.

"Kalau pemerintah ingin mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju, maka investasi terbesar harus dimulai dari membangun SDM sains. Jangan sampai kita kehilangan satu generasi ilmuwan karena mereka merasa bidang ini tidak menjanjikan," pungkasnya.

 (LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru