Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Gunakan Skema KPBU, Gandeng Konsorsium 3 Perusahaan Besar
Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel gunakan skema KPBU dan konsorsium tiga perusahaan tanpa dana APBN
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Pembangunan Pelabuhan Baru Tanjung Carat dipastikan tidak akan menggunakan dana APBN, melainkan melalui skema investasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang digawangi oleh konsorsium tiga perusahaan besar.
Ini dikatakan, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad saat diwawancarai di Kantor Skretariat Bersama Proyek Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Senin (6/4/2026).
“Groundbreaking itu tahap panjang, karena ini tidak didanai dengan APBN, ini investasi KPBU semua. Jadi prosesnya project launching dulu tanggal 9 April nanti, habis itu pembentukan Joint Venture (JV), kemudian pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP),” ujarnya.
Struktur pemrakarsa proyek ini melibatkan kolaborasi strategis antara PT Pelindo, Samudera Pasai Indonesia, dan Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG).
Ketiga entitas ini akan berbagi persentase saham dalam konsorsium yang nantinya mengerucut pada pembentukan Special Purpose Vehicle (SPV) atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai pengelola teknis dan operasional.
“Investor itu pemrakarsa namanya. Ada Pelindo, ada Samudera Pasai Indonesia, dan juga ada Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Mengenai nilai investor yang masuk, ada konsorsium yang dibangun nanti yang tentunya ada persentase saham di dalamnya,” jelasnya.
Skema bisnis ini juga dirancang untuk menarik minat global, di mana pemerintah daerah membuka pintu bagi investor luar negeri untuk masuk pada tahapan pengembangan fasilitas penunjang lainnya.
Ia juga mencontohkan potensi keterlibatan pihak asing seperti pemerintah Tiongkok dalam pengembangan infrastruktur perkeretaapian (railway) yang terintegrasi langsung dengan area pelabuhan.
“Oh pasti nanti kalau sudah konsorsium terbentuk, badan usaha pelabuhan terbentuk, bisa saja railway misalnya, ada keinginan dari pemerintah Cina misalnya, dan lain sebagainya, bisa saja itu,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah mematangkan persiapan peluncuran proyek pada 9 April mendatang untuk memperjelas tata kelola dan dukungan dari para anchor tenant kelas kakap seperti PT Pusri, Pertamina, hingga PT KAI.
Langkah ini dianggap krusial untuk memberikan kepastian hukum dan bisnis sebelum proses peletakan batu pertama dilakukan.
“Insya Allah kita percepat badan usaha pelabuhan dulu, baru kita proses untuk percepatan groundbreaking. Pada saatnya nanti ada proses itu setelah mendapat penunjukan langsung dari Kementerian Perhubungan,” ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSTidak Hanya Selingkuh, IA Kepala SPPG di Tebingtinggi Diduga Telantarkan Istri dan Anak
hendra·9 menit yang lalu -
NEWSOTT PPPK Banyuasin Jadi Alarm, DPR Soroti Pengawasan Dana Revitalisasi Sekolah Rp14 Triliun
hendra·39 menit yang lalu -
-
NEWSKejagung Periksa 2 Pegawai Kementerian ESDM dalam Kasus Dugaan Ekspor Ilegal 390 Ton LTJ
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPetugas Potong Pohon Terjatuh di Lapangan Merdeka Binjai, Tangan Patah dan Kepala Luka
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan