Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pabrik Sendal PT Garuda Mas Terbakar, Ribuan Buruh Terancam Kehilangan Pekerjaan

Kebakaran pabrik sandal PT Garuda Mas Perkasa di Medan Deli mengancam ribuan buruh kehilangan pekerjaan usai pabrik hangus terbakar.

Penampakan pabrik sandal milik PT Garuda Mas Perkasa yang terbakar di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Rabu (28/1/2026). (Foto : Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)
Penampakan pabrik sandal milik PT Garuda Mas Perkasa yang terbakar di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Rabu (28/1/2026). (Foto : Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kebakaran yang terjadi di pabrik sandal milik , di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan , , Selasa (27/1/2026) malam menyisakan sejumlah persoalan. Ribuan buruh yang sebelumnya bekerja di pabrik tersebut terancam kehilangan pekerjaan.

Akibat kebakaran yang terjadi ini, ribuan PT Garuda Mas Perkasa pun terancam kehilangan pekerjaan lantaran pabrik yang tidak lagi dapat berproduksi. Hal ini diungkapkan salah seorang buruh pabrik bernama Ase yang ditemui Nusantaraterkini.co saat berada di lokasi kebakaran.

Menurut Ase, dirinya pertama kali mengetahui jika pabrik tempatnya bekerja itu terbakar pada malam tadi. Namun, karena kondisi yang sudah larut malam ia baru datang ke pabriknya pagi hari. "Hari inilah baru ke sini," ujar Ase, Rabu (28/1/2026). 

Setibanya di tempatnya selama ini mencari nafkah, Ase mengaku langsung tak dapat lagi berkata-kata. Melihat bangunan yang sudah hangus, tak hanya sedih ia juga takut. 

Ase mengaku, ia sudah sekitar 15 tahun bekerja di pabrik pembuatan sandal itu. Dengan lamanya masa kerja, tentunya ia sudah memiliki keterikatan batin yang cukup melekat dengan pabrik yang selama ini membantunya menyambung hidup. 

"Sedih kali lah, entah sudah gimana pabrik kami ini," ucap wanita yang mengenakan baju berwarna coklat ini. 

Di tempat serupa, pekerja lainnya bernama Cahaya mengaku bekerja di sana lebih lama dibandingkan Ase. Wanita yang mengenakan baju berwarna merah muda ini, mengaku sudah bekerja selama 25 tahun. 

"Sudah dari tahun 2000 lah saya kerja di sini," ujar Cahaya. 

Sama seperti Ase, ia mengaku langsung sedih begitu tiba di tempatnya bekerja pagi tadi. Ia pun lantas memikirkan bagaimana nasibnya bekerja ke depannya, karena melihat bangunan yang sudah tak lagi bisa diselamatkan. 

(Cw4/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru