Mengenal Hyrox Workout: Olahraga Intens yang Bisa Membahayakan Jantung dan Cara Aman Memulainya
Hyrox workout berisiko bagi jantung jika dilakukan tanpa persiapan. Kenali bahaya, tanda tubuh siap, dan cara aman memulainya.
Nusantaraterkini.co, MEDAN - HYROX kini menjadi salah satu tren olahraga yang banyak diminati pecinta kebugaran. Konsepnya menggabungkan lari dengan latihan fungsional berintensitas tinggi dalam satu rangkaian tanpa jeda panjang. Meski terlihat menantang dan menarik, olahraga ini ternyata menyimpan risiko serius jika dilakukan tanpa persiapan fisik yang matang.
Dalam satu sesi Hyrox workout, peserta harus menyelesaikan berbagai kombinasi latihan seperti lari, sled push, rowing, burpees, hingga lunges secara berulang. Latihan ini menuntut daya tahan tubuh dan kerja jantung yang sangat tinggi karena tubuh dipaksa terus bergerak dalam intensitas berat dalam waktu cukup lama.
Bagi mereka yang jarang berolahraga atau baru mulai aktif, mengikuti Hyrox secara mendadak bisa menjadi beban berat bagi sistem kardiovaskular. Jantung membutuhkan proses adaptasi bertahap agar mampu bekerja lebih efisien saat menghadapi latihan intens.
Menurut American Heart Association, aktivitas fisik berat yang dilakukan tiba-tiba pada individu yang tidak terlatih dapat meningkatkan risiko gangguan jantung akut, termasuk aritmia hingga serangan jantung.
Risiko Hyrox Jika Tubuh Belum Siap
Saat menjalani Hyrox workout, detak jantung dapat meningkat hingga 80-95 persen dari denyut jantung maksimal seseorang. Pada orang dewasa sehat, denyut jantung normal saat istirahat berkisar antara 60-100 denyut per menit. Namun ketika melakukan latihan intens, angka tersebut bisa melonjak hingga lebih dari 190 denyut per menit tergantung usia dan kondisi kebugaran.
Jika tubuh belum terbiasa dengan latihan berat, kondisi ini bisa memicu berbagai keluhan seperti:
- Jantung berdebar tidak terkontrol
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Gangguan irama jantung (aritmia)
- Penurunan suplai oksigen ke jantung
- Pusing hingga pingsan saat latihan
Karena itu, Hyrox tidak disarankan dilakukan secara instan tanpa latihan pendahuluan.
Tanda Tubuh Sudah Siap Mengikuti Hyrox
Seseorang dianggap lebih siap mengikuti Hyrox apabila sudah memiliki fondasi kebugaran yang cukup baik, antara lain:
- Mampu melakukan latihan kardio selama 30-45 menit tanpa keluhan
- Terbiasa menjalani kombinasi latihan kekuatan dan kardio
- Pemulihan tubuh setelah olahraga berlangsung cepat
- Tidak mengalami gejala kardiovaskular saat berlatih
- Sudah rutin berolahraga minimal 6-8 minggu
- Tidak memiliki riwayat penyakit jantung
- Telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan aman oleh dokter
Para ahli menekankan bahwa kesiapan fisik jauh lebih penting dibanding sekadar semangat mengikuti tren olahraga. Adaptasi bertahap membantu jantung meningkatkan kapasitas kerja sekaligus menurunkan risiko cedera maupun gangguan serius.
Hyrox memang dapat meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh jika dilakukan dengan benar. Namun tanpa persiapan yang tepat, olahraga ini justru dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi jantung.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·1 menit yang lalu -
OLAHRAGAPasaman Barat Siapkan 564 Kontingen Hadapi Porprov XVI Sumbar
Herman Saleh Harahap·28 menit yang lalu -
SUMATERA TERKININoer Fest 2026 Wadah Unjuk Bakat Siswa SD di Pasaman
Herman Saleh Harahap·45 menit yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Targetkan Gotong Royong Kebersihan Lingkungan Rutin Setiap Bulan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAPanglima TNI Tinjau Kompetisi Primarox 2026 di BSD Tangerang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Bekuk Terduga Pelaku Curas Bersenjata Tajam
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
NASIONALUsman Husin Dukung Pengelolaan Lahan Gambut dan Magrove Cegah Karhutla
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NASIONALKemnaker Tekankan Peningkatan Standar Kompetensi Teknisi Ponsel
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan