Lahan di Liku Endikat Terbakar, Kadis Damkar Pagaralam Imbau Masyarakat Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Lahan di Liku Endikat Pagar Alam terbakar saat kemarau. Damkar mengimbau warga tidak membuang puntung rokok sembarangan untuk cegah karhutla.
Nusantaraterkini.co, PAGARALAM - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Pagar Alam, Herman mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan usai terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan kawasan Liku Endikat, Rabu (28/6/2026).
Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca kemarau, serta vegetasi yang mengering di sepanjang jalur penghubung Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat sangat rentan memicu kobaran api.
"Mengingat saat ini sedang musim kemarau yang membuat potensi kebakaran lahan akibat puntung rokok sangat besar," ujar Herman, Kamis (30/7/2026).
Herman mengatakan peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, menghanguskan hektaran semak belukar di tepi jalan utama.
Meskipun armada dan personel Damkar bersama tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta relawan telah berhasil memadamkan api, ancaman kebakaran susulan masih membayangi.
"Kemarin tim langsung turun dan api berhasil dipadamkan. Namun, saat ini yang dikhawatirkan jika kebakaran kembali terjadi," katanya.
Menurutnya, kondisi topografi di kawasan Liku Endikat terbilang sangat rawan dan menyulitkan proses pemantauan penuh.
"Kondisi di lokasi cukup ekstrem, karena terdapat jurang dalam di sekitar lokasi," imbuhnya.
Petugas gabungan di lapangan bergerak cepat melakukan pemadaman dan pembasahan agar kobaran api tidak meluas ke area perkebunan milik warga di Desa Mingkik, Kecamatan Dempo Selatan.
Kebakaran yang berlangsung cepat akibat hembusan angin kencang ini sempat melahap hektaran vegetasi sebelum akhirnya berhasil dikendalikan secara penuh.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tetapkan, letak titik api yang berada tepat di tepi jalan nasional membuat arus kendaraan dari arah Pagar Alam maupun Lahat sempat mengalami hambatan akibat terbatasnya jarak pandang dan ancaman hawa panas,” ungkapnya.
Sebelumnya, Personel Damkar Kota Pagaralam, Reiner Jibran menyampaikan jika kesigapan tim di lapangan berhasil menghentikan pergerakan api.
"Api berhasil dikendalikan, sehingga tidak lagi menyebar ke area yang lebih luas," tambah Reiner.
Ia menegaskan jika warga tidak boleh membakar lahan secara sembarangan maupun membuang puntung rokok yang masih menyala di area perbukitan.
“Masyarakat juga diharapkan segera melapor ke posko penanganan terdekat jika menemukan potensi atau kemunculan titik api baru agar dapat langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Wiwin (34) menuturkan jika sejumlah pengendara memilih berhenti sejenak hingga kondisi dinilai aman untuk melintas.
Meskipun demikian, beberapa pengemudi lain memilih tetap menerobos lokasi dengan memacu kendaraan lebih cepat guna menghindari gumpalan asap tebal.
"Apinya tepat berada di tepi jalan. Jadi karena takut terkena kendaraan, kami terpaksa berhenti sampai api menjauh dari tepi jalan," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALFirman Soebagyo Minta Pasar Rembang Tak Dibongkar Sebelum Ada Kepastian APBN
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLALionel Scaloni Tunjuk Cristian Romero Menjadi Kapten Timnas Argentina Penerus Lionel Messi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTMengenal Lokomotif Legendaris BB302, Saksi 56 Tahun Sejarah Kereta Api Sumut
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Bangkit di Akhir Pekan: Naik Rp23 Ribu ke Rp2.613.000 Per Gram
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALRazia Gabungan THM di Padangsidimpuan, Satu Pengunjung Wanita Terjaring karena Positif Narkotika
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KESEHATANKasus HIV di Sumut Tembus 2.334 Temuan, Kelompok LSL Dominasi Paling Tinggi
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAPencarian Selesai, Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal Dunia
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SUMSELUsut Kasus Karhutla, Polda Sumsel Naikkan Status 16 Korporasi ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NEWSLintas Generasi, Mayjen Yusri dan Brigjen Osmar Silaturahmi ke M Herindra
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan