Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Krisis BBM Padangsidimpuan: Stok Pertalite Kosong, Pengecer Jual Rp25 Ribu Per Liter

SPBU Padangsidimpuan krisis BBM Pertalite/Solar usai jalur suplai dari Sibolga terputus akibat longsor. Pengecer jual Pertalite Rp25 ribu/liter

SPBU Sipaholon, Kabupaten Taput kosong BBM Pertalite dan Pertamax. Sedangkan solar untuk alat berat evakuasi longsor, Kamis (27/11/2025). (Akb/nusantaraterkini.co)
SPBU Sipaholon, Kabupaten Taput kosong BBM Pertalite dan Pertamax. Sedangkan solar untuk alat berat evakuasi longsor, Kamis (27/11/2025). (Akb/nusantaraterkini.co)
A A

, - Stok BMM di Kota Padangsidimpuan kosong pascabanjir bandang dan bencana yang melanda , Tapteng dan Kota Sibolga.

Dampak bencana longsor dan banjir yang menerpa wilayah /tag/tapanuli-bagian-selatan" class="article-tag-link" rel="tag">Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menimbulkan kerusakan infrastruktur ruas jalan utama baik jalan Nasional dan Propinsi di sejumlah daerah khususnya di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ini mengakibatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) semua jenis yang di suplai dari ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum () di wilayah Tabagsel mengalami hambatan sejak Senin (25/11/2025) kemarin.

Informasi dilapangan yang berhasil dikumpul, Kamis (27/11/2025), sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan mulai mengalami baik jenis Pertalite, Pertamax yang merupakan kebutuhan masyarakat hingga Bio Solar dan BBM jenis Dexlite.

Baca Juga : Mandor SPBU Muara Nibung Tapteng Diduga Atur Harga BBM Jenis Solar 

Pengawas , Ridwan, mengatakan pasokan BBM terakhir masuk Rabu (26/11/2025) kemarin, dan sejak itu seluruh stok habis akibat jalur dari Sibolga yang terputus menuju Kota .

Ridwan menjelaskan kebutuhan normal untuk SPBU 14.227.351 setiap harinya, yaitu BBM jenis Pertalite sebanyak 24 ton per hari, Pertamax 8 ton setiap 3 hari, Bio Solar, 8 ton per hari dan BBM jenis Dexlite sebanyak 8 ton per bulan.

Namun, seluruh kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi karena suplai dari Sibolga tidak dapat bergerak akibat badan jalan yang terputus.

“Stok kami benar-benar kosong. Biasanya pasokan datang dari , tapi karena akses tertutup longsor, semua tertahan. Kami dapat informasi, suplai dialihkan dan didatangkan dari Dumai, tapi perjalanan memakan waktu 12 jam sampai ke Padangsidimpuan,” ujar Ridwan, Kamis (27/11/2025).

Salah satu SPBU yang mengalami kekosongan adalah SPBU 14.227.351 Jalan Serma Liong, Kota Padangsidimpuan, yang mengalami khususnya Pertalite dan Pertamax.

“ Kami hanya menunggu arahan Pertamina agar bisa tiba secepatnya, karena masyarakat dan pengendara sudah sangat kesulitan mendapatkan BBM," tambahnya.

Sementara Plt Sekda Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki Nasution membenarkan bahwa stok BMM di sejumlah SPBU mengalami kelangkaan.

Baca Juga : Bobibos Memang Inovasi, Tapi Butuh Uji Kelayakan  

"Kita dari pemerintah telah berkoordinasi ke pihak PT Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM pasca bencana ini," katanya singkat.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan, Pertamina terus melakukan percepatan mitigasi agar distribusi BBM tetap terjaga.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan.

“Kami memastikan seluruh langkah percepatan terus dilakukan, dan suplai akan segera kembali normal begitu kondisi cuaca memadai untuk proses sandar,” tambahnya.

Akibat dari krisis BBM ini, menimbulkan lonjakan harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer yang menjual BBM Pertalite dengan cara ketengan seharga Rp25 ribu per liter.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait