Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku, DPR Desak Pemerintah Cegah Badai PHK

DPR desak pemerintah gerak cepat atasi kelangkaan bahan baku impor akibat konflik global demi cegah badai PHK

Ashabul Khafi disela-sela Rapat Komisi IX DPR. (Foto: istimewa)
Ashabul Khafi disela-sela Rapat Komisi IX DPR. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi meminta, pemerintah merespons serius ancaman terhentinya produksi industri akibat kelangkaan bahan baku yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan peringatan dari pelaku usaha tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, gangguan pasokan , khususnya plastik, berpotensi menekan .

Kondisi ini tidak hanya memicu kenaikan harga, tetapi juga bisa membuat sejumlah pabrik menghentikan produksi.

“Saya kira ini harus kita respons serius. Jangan sampai peringatan dari ini dianggap angin lalu. Kalau bahan baku impor terganggu dan produksi tersendat, dampaknya bukan hanya ke pengusaha, tetapi juga pekerja,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menyoroti sektor makanan dan minuman sebagai salah satu yang paling terdampak karena ketergantungan tinggi terhadap kemasan plastik. Jika pasokan terganggu, perusahaan bisa mengurangi produksi hingga jam kerja karyawan.

“Ujungnya bisa mengancam tenaga kerja. Ini yang tidak boleh kita biarkan,” tegasnya.

Ketua DPP PAN tersebut menilai pemerintah harus segera mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan memastikan kelancaran bahan baku industri, serta menyederhanakan birokrasi impor untuk kebutuhan strategis.

“Dalam situasi seperti ini, jangan sampai industri kalah cepat hanya karena terjebak prosedur yang berbelit,” katanya.

Ashabul juga mengingatkan agar tekanan tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengurangan hak pekerja. Ia menegaskan negara harus hadir melindungi tenaga kerja.

“Jangan ada PHK sepihak atau pengurangan hak pekerja dengan alasan situasi global,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong kementerian terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Perindustrian, dan Perdagangan untuk segera berkoordinasi guna mencari solusi konkret.

“Kita tidak bisa menunggu sampai pabrik berhenti baru sibuk mencari solusi,” katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia () mengungkapkan dunia usaha tengah menghadapi tekanan berat akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu global.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, menyebut keterbatasan bahan baku berpotensi menghentikan produksi dalam waktu dekat.

“Di tengah pelemahan ekonomi dan situasi perang, supply chain mulai terbatas. Kami belum tahu apakah April atau Mei masih bisa produksi atau tidak,” ujar Bob.

Ashabul menegaskan, pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara menyelamatkan dunia usaha dan melindungi pekerja.

“Industri harus tetap berjalan, tenaga kerja juga harus tetap aman. Keduanya tidak boleh dipertentangkan,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru