KM Virgo Tenggelam, Mori Hanafi Desak Kelayakan Kapal dan Penanggung Jawab Diusut
KM Virgo Tenggelam, Mori Hanafi Desak Kelayakan Kapal dan Penanggung Jawab Diusut
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menyoroti insiden tenggelamnya KM Virgo yang hingga kini masih menyisakan sejumlah persoalan, termasuk proses pencarian korban yang belum ditemukan.
Mori mengatakan, kondisi cuaca, arus dan ombak yang cukup kuat menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Karena itu, informasi mengenai lima orang yang masih dalam pencarian belum dapat dipastikan hingga adanya keterangan resmi dari pihak terkait.
“Dengan ombak dan arus yang kuat, kemudian kondisi kabut, memang agak sulit. Kami juga belum bisa memastikan terkait dengan itu. Kita masih menunggu informasi dari pihak-pihak yang menangani,” ujar Mori, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, insiden KM Virgo harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan kelayakan kapal penumpang. Ia menilai, kejadian kapal terbalik dalam kondisi cuaca yang relatif normal perlu mendapat perhatian serius.
“Ini tragis. Bisa dibayangkan kapal berjalan di alur dalam kondisi cuaca yang bagus, angin biasa-biasa saja, arus dan ombak juga masih dalam batas toleransi, tiba-tiba kapal bisa terbalik. Ini perlu kita cek,” katanya.
Mori menegaskan, evaluasi tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat dengar pendapat (RDP). Menurutnya, perlu ditelusuri sejak awal mengenai proses pembelian kapal hingga kapal tersebut dioperasikan.
“Harus dicek, waktu kapal ini dibeli kemudian dioperasikan di sini, apakah pada saat itu syarat-syarat terkait kelayakan kapal sudah dipenuhi atau belum,” ujarnya.
Selain aspek kelayakan kapal, Mori juga
meminta pihak berwenang mengusut secara jelas pihak yang bertanggung jawab apabila terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dalam kecelakaan tersebut.
“Siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa? Apakah pemilik kapal, masinis, atau syahbandar? Ini harus jelas,” tegasnya.
Di sisi lain, Mori menyoroti proses evakuasi korban yang masih berada di dalam kapal. Ia menyebut Basarnas sebelumnya menyampaikan bahwa evakuasi tidak dapat dilakukan sebelum posisi kapal ditangani melalui teknik tertentu agar tim penyelamat memiliki ruang untuk masuk.
“Basarnas sudah menyatakan tidak bisa melakukan evakuasi sebelum dilakukan teknik untuk menggeser posisi kapal, membalikkan atau memiringkan kapal sehingga ada ruang bagi Basarnas dan tim rescue untuk masuk,” jelasnya.
Mori menilai penanganan tragedi KM Virgo harus dilihat dari berbagai aspek, mulai dari administrasi dan kelayakan kapal hingga kemungkinan adanya pihak yang harus mempertanggungjawabkan kejadian tersebut secara hukum.
“Semua aspek harus dilihat, aspek administrasinya, siapa yang nanti bersalah dan akan diajukan ke pengadilan, dan sebagainya. Itu harus ditemukan,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan