Kenaikan Plastik, UMKM di Medan Berupaya tak Naikkan Harga Jual
Kenaikan Plastik, UMKM di Medan Berupaya tak Naikkan Harga Jual
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Di tengah menjamurnya gerai minuman modern, model bisnis konvensional dengan harga merakyat tetap menunjukkan taringnya.
Seperti salah satu gerobak es teh di kawasan Multatuli, Kota Medan, tetap ramai dikunjungi pembeli berkat strategi bisnis yang mengutamakan perputaran volume dibandingkan margin keuntungan besar.
Pengelola usaha yang merupakan seorang pemuda berusia 22 tahun ini membagikan sudut pandang menarik mengenai cara menjaga napas bisnis UMKM di tengah fluktuasi harga bahan baku.
Alih-alih mematok harga tinggi demi keuntungan instan, pemuda ini menerapkan prinsip "cuan tipis".
Menurutnya, dalam bisnis minuman dasar seperti es teh, kepercayaan pelanggan terhadap harga yang konsisten adalah modal utama.
"Kami tidak banyak mengambil untung, Bang. Yang penting lancar dan banyak yang beli," ungkapnya, Jumat (8/5/2026).
Strategi ini terbukti efektif. Dengan harga yang bersahabat, ia mampu menarik volume pembeli yang tinggi setiap harinya, terutama saat cuaca terik melanda Kota Medan.
Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada keuntungan besar yang sesaat.
Tantangan bisnis UMKM tentu tidak sedikit. Salah satunya adalah kenaikan harga plastik kemasan yang belakangan ini merangkak naik.
Namun, pedagang ini memilih untuk tidak langsung menaikkan harga jual kepada pelanggan.
Ia memahami betul profil pelanggannya yang rata-rata mencari kesegaran dengan harga ekonomis.
Bahkan, tak jarang ia harus melayani pembeli yang menawar harga lebih rendah dari harga standar. Ketulusan dalam melayani inilah yang membuatnya memiliki pelanggan setia.
Sosok di balik gerobak ini ternyata baru menginjak usia 22 tahun. Di saat banyak anak muda seusianya masih mencari jati diri, ia sudah berani terjun langsung mengelola usaha.
Pemuda asal Binjai ini memilih untuk merantau ke Medan dan tinggal bersama saudaranya demi fokus membesarkan bisnis es teh tersebut.
Keputusan untuk tinggal bersama saudara di Medan dilakoninya agar bisa lebih efisien dalam operasional usaha setiap harinya.
Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukan halangan untuk mandiri dan memahami seluk-beluk strategi pasar yang kompetitif.
Kisah pedagang di Multatuli ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha pemula bahwa bisnis bisa dimulai dari hal yang sederhana. Ketekunan, strategi harga yang tepat, dan kemauan untuk beradaptasi adalah modal utama yang tak ternilai harganya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan