Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kebakaran Rumah dan Depot Air di Padangsidimpuan: Bocah 3 Tahun Meninggal Dunia

Kebakaran rumah dan depot air di Padangsidimpuan menewaskan bocah 3 tahun. Kerugian ditaksir Rp400 juta, polisi dalami penyebab kebakaran.

Petugas TNI - Polri dan Damkar saat evakuasi korban anak umur 3 tahun, Rabu (26/8/2026). (foto : rizal oloan nasution/nusantaraterkini.co)
Petugas TNI - Polri dan Damkar saat evakuasi korban anak umur 3 tahun, Rabu (26/8/2026). (foto : rizal oloan nasution/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co – Suasana di Gang Melati 7, Lingkungan II, Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, mendadak berubah mencekam, Rabu (26/8/2026) siang. Kobaran api melanda satu unit rumah permanen bertingkat yang juga dimanfaatkan sebagai tempat usaha depot isi ulang air minum.

Musibah tersebut merenggut nyawa seorang bocah perempuan berinisial N (3 tahun). Korban diketahui merupakan anak paling bungsu dari empat bersaudara dari orang tua Doni Maulana. 

Selain korban jiwa, juga menghanguskan bagian bangunan, sejumlah peralatan dan barang di dalam rumah. Satu unit sepeda motor turut ludes terbakar, sementara kerugian material sementara berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta.

Penanganan kebakaran melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan, prajurit TNI dari Koramil Kota jajaran Kodim 0212/Tapanuli Selatan, personel serta masyarakat sekitar.

Seorang saksi yang merupakan tetangga di sekitar lokasi, Matondang, mengaku pertama kali mengetahui setelah mendengar suara ledakan. Menurut Matondang saat itu istrinya meminta dirinya keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi.

“Pertama saya mendengar ada ledakan. Istri saya menyuruh saya untuk melihat kondisi rumah yang terbakar,” kata Matondang. 

Ketika mendatangi lokasi, ia melihat api sudah membesar di bagian pintu masuk hingga ruang tamu.

“Pertama saya lihat api sudah mulai besar di ruang pintu masuk, di ruang tamu. Di situ ada gas,” ujarnya.

Melihat kobaran api semakin membesar, Matondang bersama sejumlah warga langsung berusaha memberikan pertolongan. Warga menyiramkan air menggunakan peralatan seadanya untuk menahan laju api. Namun, karena kobaran semakin besar, mereka kesulitan mengendalikan kebakaran.

“Kami beberapa orang yang melihat langsung membantu menyiram-nyiram. Karena tidak sanggup lagi, kami berteriak meminta pertolongan,” tuturnya.

Tidak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba dan langsung melakukan penanganan.

“Alhamdulillah cepat turun tangan. Masyarakat juga sudah sempat membantu,” tambah Matondang. 

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota , laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.41 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer. Proses pemadaman tercatat berlangsung mulai pukul 12.43 WIB hingga sekitar 13.20 WIB.

Sejumlah armada pemadam dikerahkan ke lokasi, di antaranya Tanker 02, 03, 04, 05, 06, 07 dan 08, dengan melibatkan personel Shift Sijago Merah dan shift gabungan Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan data awal Damkar, bangunan yang terbakar tercatat milik Doni Maulana (39), seorang wiraswasta. Bangunan tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat usaha depot isi ulang air minum.

Api sempat berkobar besar dan mengancam rumah-rumah warga yang berada berdekatan dengan lokasi.

Petugas Damkar bersama masyarakat, prajurit TNI dari Koramil Kota Kodim 0212/TS serta personel berupaya mengamankan kawasan dan membantu proses penanganan agar kebakaran tidak merambat lebih luas

Di tengah proses pemadaman, muncul informasi bahwa seorang anak perempuan berusia tiga tahun masih berada di dalam bangunan. Korban berinisial N (3) diketahui merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Hariman Siregar dan Adiler Betmen Sitompul.

Petugas pemadam kemudian berupaya melakukan penyisiran dan penyelamatan. Namun kondisi api yang telah membesar, disertai asap serta panas dari dalam bangunan, membuat proses evakuasi berlangsung sulit.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan, Ismail Marzuki Siregar mengatakan seluruh personel telah berusaha semaksimal mungkin.

“Kami dari Dinas Pemadam Kebakaran telah berusaha semaksimal mungkin. Kami telah menyisir semuanya, tetapi korban tidak dapat diselamatkan,” kata Ismail.

Ia mengatakan pihaknya sangat berduka karena tersebut mengakibatkan korban jiwa. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi dari lokasi kebakaran menuju RSUD Kota Padangsidimpuan.

Hingga Rabu sore, jenazah N masih berada di RSUD Kota Padangsidimpuan untuk proses penanganan lebih lanjut.

Di lokasi kebakaran, suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar. Sejumlah masyarakat masih bertahan di lokasi menyaksikan proses pemadaman, evakuasi hingga olah tempat kejadian perkara. Upaya memadamkan api juga menyebabkan sejumlah personel Damkar mengalami insiden.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padangsidimpuan, dua personel mengalami luka ringan saat menjalankan tugas, sementara satu personel lainnya terkena aliran listrik dalam proses penanganan kebakaran.

Meski menghadapi risiko tersebut, petugas terus melakukan pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Dinas Damkar mencatat sekitar 20 warga yang berada di lokasi turut terdampak akibat peristiwa tersebut. Pada akhirnya api dipadamkan sehingga tidak merambat ke rumah-rumah tetangga.

Personel gabungan membantu mengamankan area kebakaran, mengatur masyarakat di sekitar lokasi, membantu proses evakuasi, serta memastikan akses bagi petugas pemadam tetap terbuka.

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Naibaho mengatakan bersama tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Petugas memeriksa sejumlah bagian bangunan yang hangus terbakar, termasuk lokasi yang diduga berkaitan dengan titik awal munculnya api," ungkap Naibaho. 

Naibaho menjelaskan Tim Inafis juga melakukan dokumentasi dan mengumpulkan sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan peristiwa kebakaran tersebut.

"Polisi turut meminta keterangan dari sejumlah saksi guna menyusun rangkaian peristiwa sebelum api membesar di TKP tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti terdapat tiga tabung gas yang ditemukan di lokasi," ungkap Naibaho. 

Ketiga tabung gas tersebut kemudian dibawa ke Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah barang bukti lainnya untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi akan mendalami barang bukti tersebut bersama hasil olah TKP serta keterangan saksi untuk memastikan penyebab kebakaran.

"Keberadaan tabung gas menjadi salah satu bagian yang diperiksa karena selama kebakaran warga dan petugas sempat mendengar suara ledakan," ujarnya.

Berdasarkan pendataan total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta Untuk dugaan korsleting masih didalami petugas kepolisian. Laporan awal Damkar dan keterangan yang diperoleh di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan yang kemudian memicu api di sekitar tabung gas.

(Ron/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru