Jejak Karier Kapolri Suyudi Ario Seto, dari Kasus Novel Baswedan hingga Bongkar Jaringan Sabu 2 Ton
Profil Suyudi Ario Seto dan rekam jejaknya di Polri, dari menangani kasus Novel Baswedan, Polda Banten, hingga membongkar jaringan narkotika internasional.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan dirinya sebagai calon Kapolri. Jauh sebelum namanya masuk dalam bursa pucuk pimpinan Polri, Suyudi telah melewati perjalanan panjang di berbagai posisi strategis kepolisian.
Pengalaman Suyudi tidak hanya berada di lingkup kewilayahan. Ia juga pernah menduduki posisi di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri, sebelum dipercaya memimpin Polda Banten dan kemudian Badan Narkotika Nasional (BNN).
Salah satu fase penting dalam kariernya terjadi ketika Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya pada 2019. Saat itu, ia mendapat tugas melanjutkan penanganan sejumlah perkara yang masih menjadi perhatian publik.
Salah satunya adalah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada 2017. Ketika mulai menjabat Dirreskrimum, Suyudi menyatakan akan meneruskan upaya pengungkapan perkara tersebut.
Selain perkara Novel Baswedan, jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada periode kepemimpinannya juga menangani berbagai kasus kriminal yang mendapat perhatian masyarakat.
Salah satunya kasus penyiraman air keras terhadap sejumlah korban di Jakarta Barat. Polisi kemudian menangkap seorang tersangka bernama Vindra Yuniko dalam perkara tersebut.
Suyudi juga memimpin penanganan kasus pembunuhan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang melibatkan Aulia Kesuma. Perkara tersebut menjadi perhatian karena tersangka merupakan istri korban.
Pada 2020, jajaran Polda Metro Jaya turut mengungkap dugaan praktik penyuntikan stem cell ilegal di kawasan Kemang. Polisi menggerebek sebuah klinik yang diduga memberikan layanan penyuntikan stem cell tanpa izin yang dipersyaratkan.
Di tahun yang sama, Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga membongkar perkara penipuan kartu kredit dengan menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.
Dari Polda Banten ke Kasus Bos Rental
Pengalaman Suyudi menangani perkara kriminal berlanjut ketika dirinya dipercaya menjadi Kapolda Banten.
Salah satu kasus yang menempatkan namanya dalam sorotan publik adalah penembakan bos rental mobil di Tangerang pada Januari 2025.
Kasus tersebut bermula dari dugaan penggelapan sebuah mobil Honda Brio. Pemilik rental bersama sejumlah orang kemudian mendatangi lokasi kendaraan yang terlacak hingga Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak. Peristiwa itu berujung penembakan dan menewaskan pemilik rental.
Dalam proses penanganannya, Suyudi mengungkap adanya persoalan profesionalitas anggota dalam menerima laporan pihak keluarga pemilik rental. Polda Banten kemudian mengambil tindakan terhadap anggota yang dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional.
Perkara tersebut selanjutnya berkembang dengan terungkapnya dugaan penggunaan identitas palsu dalam proses penyewaan kendaraan serta dugaan rantai jual beli mobil hasil penggelapan.
Dipercaya Memimpin BNN
Babak baru karier Suyudi dimulai pada Agustus 2025. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025, menggantikan Marthinus Hukom.
Di lembaga yang berfokus pada pemberantasan narkotika tersebut, Suyudi kembali berhadapan dengan perkara berskala besar, termasuk jaringan narkotika lintas negara.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengejaran Dewi Astutik alias PA, buronan yang dikaitkan dengan jaringan penyelundupan narkotika internasional. BNN bersama sejumlah unsur pemerintah Indonesia dan aparat Kamboja akhirnya mengamankan Dewi Astutik di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025.
BNN menyebut operasi tersebut berkaitan dengan jaringan penyelundupan sekitar dua ton sabu yang sebelumnya berhasil digagalkan. Nilai narkotika dalam perkara tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun.
Penangkapan itu menunjukkan bahwa tugas Suyudi di BNN tidak hanya berkutat pada penindakan di dalam negeri. Kasus Dewi Astutik juga memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas negara dalam memburu jaringan narkotika yang bergerak melewati batas wilayah.
Dari Polda Metro Jaya, Polda Banten hingga BNN, perjalanan Suyudi Ario Seto diwarnai penanganan beragam perkara, mulai dari kriminal umum, kasus yang menyita perhatian publik, hingga jaringan narkotika internasional.
Kini, rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Suyudi setelah namanya diusulkan sebagai calon Kapolri.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALJadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Pol Suyudi Ario Seto: Terima Kasih Presiden!
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
NEWS VIDEOPKB Dukung Pergantian Kapolri, Harap Polri Makin Dekat dengan Rakyat
Fadli Tara·11 menit yang lalu -
SUMSELJarak Pandang Berkurang, Sejumlah Penerbangan di Bandara Internasional SMB II Palembang Sempat Terganggu!
hendra·12 menit yang lalu -
NASIONALMengenal Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Lulusan Akpol 1994 Satu Angkatan Ferdy Sambo
hendra·44 menit yang lalu -
NASIONALKomjen Pol Suyudi Ari Seto Usung Konsep “Polisi Bersama Masyarakat"
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALJejak Karier Kapolri Suyudi Ario Seto, dari Kasus Novel Baswedan hingga Bongkar Jaringan Sabu 2 Ton
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOUsai Disahkan DPR, Suyudi Ari Seto Sampaikan Pesan untuk Seluruh Insan Bhayangkara
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NASIONALDPR Restui Komjen Pol Suyudi Ari Seto jadi Kapolri, Ini Pesan Tegas untuk Seluruh Insan Bhayangkara
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Kembali Terkoreksi, Turun Rp14 Ribu ke Rp2.581.000 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPR Restui Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pelantikan Digelar Hari Ini!
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan