Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Iran Buru Pilot AS yang Hilang, Imbalan Disiapkan untuk Penangkapan atau Pembunuhan

Iran memburu pilot AS yang hilang usai jet tempur ditembak jatuh. Imbalan ditawarkan, ketegangan konflik Timur Tengah makin meningkat.

Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). (Foto: IRIB/Handout via Reuters)
Media pemerintah Iran merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayah Iran tengah, di tengah konflik yang sedang berlangsung dan operasi pencarian awak pesawat, pada Jumat (3/4/2026). (Foto: IRIB/Handout via Reuters)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah seorang pilot militer AS dilaporkan hilang usai insiden penembakan dua pesawat tempur di kawasan Timur Tengah.

Menurut pejabat dari kedua negara, dua pada Jumat (3/4(2026). Pesawat pertama adalah F-15E yang jatuh di wilayah Iran, sementara pesawat kedua, A-10 Warthog, dilaporkan ditembak di atas wilayah Kuwait.

Dari tiga pilot yang terlibat, dua di antaranya berhasil dievakuasi. Namun satu pilot lainnya hingga kini belum ditemukan, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh militer AS.

Sebagai bagian dari upaya pencarian, Amerika Serikat mengerahkan dua helikopter Black Hawk untuk menyisir lokasi jatuhnya pesawat. Hingga saat ini, posisi pilot yang hilang belum terdeteksi, dan kondisi kesehatannya juga belum diketahui.

Di sisi lain, pihak Iran melalui Garda Revolusi menyatakan telah melakukan penyisiran di area jatuhnya pesawat, khususnya di wilayah barat daya negara tersebut.

Lebih jauh, otoritas setempat bahkan mengumumkan pemberian imbalan bagi siapa saja yang berhasil menangkap atau membunuh pilot AS tersebut. Pernyataan ini semakin memperkeruh situasi yang sudah tegang.

Insiden ini pun memicu reaksi dari pejabat tinggi Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyindir peristiwa tersebut melalui media sosial X dengan menyatakan bahwa konflik kini telah berubah menjadi “perburuan pilot”.

Diketahui, konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Dalam eskalasi tersebut, sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas.

Sementara itu, di pihak Amerika Serikat, Komando Pusat melaporkan sedikitnya 13 personel militer tewas dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlanjut.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru