Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Melemah di Pagi Hari Setelah Pecah Rekor, Analis Soroti Pernyataan To The Moon Purbaya

IHSG terkoreksi 0,24% pagi ini usai pecah rekor, sementara komentar “to the moon” Menkeu menjadi sorotan di tengah aksi profit taking investor.

Ilustrasi saham
Ilustrasi saham
A A

Nusantaraterkini.co,JAKARTA – Euforia pencapaian rekor tertinggi Indeks Harga Gabungan () hanya bertahan sejenak. Setelah menutup perdagangan Rabu (26/11/2025) di level impresif 8.602, pergerakan bursa pada Kamis pagi justru diwarnai aksi jual. Meskipun sempat dibuka menguat tipis ke 8.611, IHSG segera berbalik arah dan tertekan 0,24 persen, anjlok ke level 8.581 per pukul 09.40 WIB.

Koreksi ini muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan super optimistis di media sosial.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Menguat, Empat Saham Ini Layak Masuk Radar Investasi 

​Banyak pihak menilai koreksi ini sebagai aksi ambil untung wajar () setelah indeks mencetak sejarah, namun sorotan tertuju pada komentar Menkeu.

Purbaya, melalui akun Instagram pribadinya, merayakan rekor Rabu dengan mencantumkan kutipan ikonik, "Sesuai prediksi, to the moon!" Pernyataan yang sering dikaitkan dengan lonjakan harga tak wajar di pasar kripto atau saham meme ini, kini menjadi trigger perbincangan, di mana sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungan mereka.

​Data transaksi pagi mencerminkan sentimen hati-hati investor. Total nilai transaksi mencapai Rp2,51 triliun dari perputaran 4,52 miliar lembar saham, namun jumlah saham yang melemah (227 emiten) hampir setara dengan yang menguat (240 emiten).

Sektor-sektor yang paling terpukul adalah sektor defensif dan berkapitalisasi besar, dipimpin oleh sektor kesehatan yang ambles 0,66 persen. Selain itu, sektor keuangan dan siklikal sama-sama terkoreksi 0,21 persen, menambah tekanan jual di pasar. Sementara itu, pelemahan juga terjadi pada sektor teknologi dan nonsiklikal.

Baca Juga : IHSG Sepekan Naik 0,52%, RNTH Terkoreksi 8,45% 

​Kendati demikian, sejumlah sektor berhasil menahan kejatuhan indeks. Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 0,83 persen. Sektor komoditas juga menunjukkan ketahanan, dengan energi menguat 0,50 persen dan bahan baku naik 0,18 persen. Kinerja positif ini menahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam dan memberikan harapan pada potensi rebound di sesi siang.
​
Berbeda dengan pasar saham yang tertekan, pasar uang justru menunjukkan pergerakan yang stabil dan positif. Mata uang dibuka menguat signifikan sebesar 0,20 persen, diapresiasi 33 poin ke level Rp16.631 per Dolar AS di pasar spot.

Penguatan mata uang Garuda ini menjadi sinyal positif terhadap daya tarik investasi di aset-aset domestik di tengah volatilitas global. Analis memprediksi bahwa Rupiah akan tetap menjadi safe haven lokal selama ketidakpastian bursa saham domestik dan global masih membayangi.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru