IHSG Ditutup Merosot 31,86 Poin ke Level 7.858,85 di Penutupan Perdagangan, Jumat (22/8/2025)
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG tertekan 0,40% atau terpangkas 31,86 poin ke level 7.858,85.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada penutupan perdagangan, Jumat (22/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot pada perdagangan akhir pekan ini.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Koreksi Menguji Level Support 7800
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG tertekan 0,40% atau terpangkas 31,86 poin ke level 7.858,85.
Sementara itu, dalam sepekan IHSG terkoreksi 0,90%. IHSG tertekan pelemahan enam indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI.
Baca Juga : IHSG Melemah 7,33 Poin Berada di Level 7.891,04 di Perdagangan Sesi I Selasa (19/8/2025)
Sektor yang turun paling dalam adalah barang baku 0,55%, disusul Kesehatan 0,54%, barang konsumer primer 0,40%, energi 0,34%, infrastruktur 0,24% dan keuangan 0,09%.
Total volume perdagangan saham di BEI pada Jumat mencapai 41,37 miliar dengan nilai transaksi Rp 15,94 triliun. Ada 276 saham yang turun, 361 saham yang naik dan 163 saham yang stagnan.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed dalam Kisaran 7.725 - 8.150.
Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 4,56% ke Rp 2.300 per saham
2. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 3,90% ke Rp 1.355 per saham
3. PT Indosat Tbk (ISAT) 3,69% ke Rp 2.090 per saham
Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 6,38% ke Rp 300 per saham
2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 3,33% ke Rp 1.240 per saham
3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 1,50% ke Rp 1.350 per saham
IHSG Melemah 2,29 Poin ke Level 7.888,41 di Perdagangan Sesi I Jumat (22/8/2025)
Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (22/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,29 poin atau 0,03% ke level 7.888,41 di pasar spot.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diramalkan akan Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Pekan Ini
Sebanyak 373 saham naik, 273 saham turun dan 151 saham stagnan.
Tujuh indeks sektoral menguat, sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 2,09%, sektor transportasi naik 1,68% dan sektor barang konsumen siklikal yang naik 0,63%.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Bakal Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Hari Ini
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor kesehatan yang turun 0,38%, sektor energi turun 0,04% dan sektor barang konsumen non siklikal yang turun 0,02%.
Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 21,37 miliar saham dengan total nilai Rp 7,86 triliun.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed dalam Kisaran 7.725 - 8.150.
Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT Bank Jago Tbk (ARTO) (3,62%)
2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (2,92%)
3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (2,84%)
Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (-3,90%)
2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (-2,90%)
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MDKA) (-2,80%)
Analis Pasar: IHSG Bakal Bergerak Sideways Cenderung Melemah Pagi Ini
Pada perdagangan Kamis (21/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,67% atau terpangkas 53,11 poin ke level 7.890,71 di pasar spot.
Secara sektoral, sektor energi tampak terperosok 2,40%, sedangkan sektor industrial menghijau dengan penguatan 1,40%.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pelemahan IHSG saat ini dibebani oleh sektor energi dan keuangan. Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi juga turut menahan laju IHSG.
Sementara pada perdagangan Jumat (22/8/2025), Herditya memprediksi IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek dengan level support 7.848 dan resistance 7.911.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, koreksi IHSG hari ini masih disebabkan aksi profit taking terhadap sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar.
"Secara teknikal, meskipun secara menengah panjang tren IHSG masih bullish, namun beberapa indikator menunjukkan potensi koreksi jangka pendek," ujar Alrich.
Dus, Alrich memprediksi IHSG bakal bergerak sideways cenderung melemah dalam rentang support 7.800 dan resistance 7.930.
Sentimen pengiringnya, lanjut Alrich, ialah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II tahun 2025 yang mencapai US$ 3 miliar, naik dari posisi defisit sebesar US$ 228 juta di kuartal I dan relatif sama dibandingkan dengan kuartal II tahun sebelumnya.
Hal itu kata Alrich menandai defisit neraca transaksi berjalan selama sembilan triwulan berturut-turut dan merupakan defisit terbesar sejak kuartal II tahun 2024, setara dengan 0,8% produk domestik bruto (PDB).
Adapun, Bank Indonesia menargetkan defisit transaksi berjalan sekitar 0,5%-1,3% PDB pada tahun ini.
Selain itu, investor menurut Alrich juga akan mencermati data uang beredar M2 bulan Juli yang diperkirakan naik 6,7% YoY dan lebih tinggi dari pertumbuhan 6,5% YoY di bulan Juni.
"Akselerasi jumlah uang beredar M2 menandakan aktivitas ekonomi dan likuiditas mulai meningkat, yang disinyalir salah satunya berkat pemangkasan BI rate (suku bunga acuan) serta adanya bansos dari pemerintah," urai Alrich.
Dari Amerika Serikat, pasar juga bakal menanti pidato chairman bank sentral AS The Fed, Jerome Powell pada simposium di Jackson Hole hari ini.
Dengan begitu, investor besok kata Alrich bisa mengincar saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Cipta Niaga Multiguna Tbk (CNMA), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan