IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, BI Jadi Penopang di Tengah Konflik AS-Iran dan Tekanan Global
IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan usai BI menahan suku bunga 5,75%. Simak prediksi analis, sentimen global, dan saham rekomendasi.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan tekanan dari pasar keuangan internasional.
Analis MNC Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam jalur bullish. Pada perdagangan sebelumnya, indeks memang terkoreksi tipis 0,09 persen ke posisi 6.334, namun pelemahan tersebut masih mampu bertahan di atas area rata-rata pergerakan 60 hari (MA60), sehingga belum mengubah arah tren utama.
Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas menyebut IHSG masih berpotensi menguji level 6.441 hingga 6.545 apabila mampu mempertahankan momentum penguatan. Meski demikian, investor diminta tetap mengantisipasi kemungkinan koreksi sehat menuju area 6.202 hingga 6.282 sebagai bagian dari pergerakan normal pasar.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan level support di 6.111 dan 5.839, sedangkan resistance berada di 6.377 dan 6.599. Sejumlah saham yang direkomendasikan antara lain AADI, CUAN, PTBA, dan VKTR.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga melihat IHSG masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat setelah reli sebelumnya sempat tertahan oleh aksi ambil untung investor.
Secara teknikal, indeks ditutup tepat di area MA60 dengan membentuk pola bearish doji star. Meski demikian, indikator Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) masih memberikan sinyal positif, walaupun aktivitas transaksi mulai menunjukkan perlambatan.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen menjadi katalis positif bagi pasar. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengurangi ketidakpastian arah kebijakan moneter domestik.
Namun demikian, menurutnya ruang kenaikan IHSG masih relatif terbatas karena pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan dari arus keluar modal asing.
Data perdagangan sebelumnya menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,11 triliun. Sepanjang tahun berjalan, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp90,52 triliun, sementara IHSG masih tercatat melemah sekitar 26,74 persen.
Dari sisi global, perhatian investor masih tertuju pada konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak mentah Brent menembus level USD95 per barel dan memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi dunia serta meningkatnya tekanan inflasi global.
Selain itu, pasar juga terus mencermati arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury). Kombinasi sentimen tersebut turut memberi tekanan terhadap rupiah yang terdepresiasi sekitar 0,16 persen ke level Rp17.917 per dolar Amerika Serikat.
Untuk perdagangan hari ini, Mirae Asset memperkirakan IHSG bergerak dengan level support di 6.261 dan 6.137, sementara resistance berada pada kisaran 6.416 hingga 6.546.
Investor disarankan tetap fokus pada saham-saham berfundamental kuat, memiliki valuasi menarik, serta mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren, dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin di tengah dinamika pasar global.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·1 menit yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·22 menit yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·34 menit yang lalu -
KRIMINAL24 Warga Humbahas Terancam 7 Tahun Bui Akibat Perusakan Rumah
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
SUMSELProgres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, HKI Genjot Percepatan Konstruksi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan