Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Diprediksi Masih Tertekan Hari Ini, Analis Waspadai Koreksi Lanjutan ke Area 5.723

IHSG diperkirakan masih melemah pada perdagangan 30 Juni 2026. Simak analisis, level support-resistance, dan rekomendasi saham pilihan analis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Gabungan () diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Setelah ditutup melemah 1,28 persen ke level 5.820 pada sesi sebelumnya, pelaku pasar diminta tetap mewaspadai potensi koreksi lanjutan meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka.

Senior Technical Analyst , Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG masih berada dalam fase pembentukan wave (b) sehingga ruang pelemahan masih cukup terbuka.

Menurutnya, indikator Stochastic K-D masih memancarkan sinyal negatif seiring berkurangnya volume transaksi. Namun di sisi lain, Relative Strength Index (RSI) menunjukkan kecenderungan menguat yang dapat menjadi penopang apabila tekanan jual mulai mereda.

Pada perdagangan sebelumnya, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp854 miliar. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti dan menjadi kontributor utama tekanan di pasar.

Meski demikian, penguatan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.851 per dolar AS setelah intervensi moneter melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinilai mampu membantu membatasi penurunan .

Selain itu, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market juga menjadi sentimen positif karena meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan status menjadi frontier market.

Dalam waktu dekat, perhatian investor juga akan tertuju pada sejumlah data ekonomi domestik, seperti PMI Manufaktur Indonesia, inflasi, serta neraca perdagangan yang dijadwalkan rilis pada awal Juli. Data yang lebih baik dari perkiraan diyakini dapat meningkatkan optimisme pelaku pasar.

Dari faktor global, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian. Namun, kekhawatiran pasar mulai mereda seiring tren penurunan harga minyak dunia yang dinilai dapat menekan risiko kenaikan subsidi energi maupun imported inflation.

Sementara itu, memperkirakan IHSG bergerak dalam pola mixed dengan kecenderungan melemah. Level support diproyeksikan berada di area 5.730, sedangkan resistance berada di kisaran 6.000.

Menurut BRI Danareksa, peluang pemulihan masih terbatas selama indeks belum mampu menembus area resistance tersebut. Selain data ekonomi domestik, pasar juga akan mencermati rencana IPO sejumlah emiten pada awal Juli yang berpotensi menyerap likuiditas di pasar .

Di sisi lain, menilai IHSG masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] sehingga koreksi diperkirakan masih berlanjut untuk menguji area 5.723 hingga 5.784. Adapun penguatan jangka pendek diperkirakan hanya menguji kisaran 5.837–5.845.

menempatkan area support pada level 5.784 hingga 5.594, sedangkan resistance berada di rentang 6.286 hingga 6.459.

Hari Ini

Mirae Asset Sekuritas: , DSNG,

: HMSP, DSSA, UNVR

MNC Sekuritas: , IMPC, , SUPA

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait