Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

GARUDA 08 Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon, Syamsul Rizal: Ini Kejahatan Perang dan Ancaman Global

GARUDA 08 mengecam serangan Israel di Lebanon yang menewaskan pasukan perdamaian, termasuk TNI, dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.

GARUDA 08 Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon, Syamsul Rizal: Ini Kejahatan Perang dan Ancaman Global. (Foto: istimewa)
GARUDA 08 Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon, Syamsul Rizal: Ini Kejahatan Perang dan Ancaman Global. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Umum Generasi Muda 08 (), atau yang akrab disapa Bung Syem, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan agresif yang menyebabkan jatuhnya korban dari pasukan perdamaian di Lebanon, termasuk personel TNI.

Menurutnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menilai peristiwa tersebut telah melampaui batas kemanusiaan dan mencederai prinsip dasar .

“Menyerang atau membunuh pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius dan dapat dikategorikan sebagai ,” tegas Syamsul Rizal, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan berbagai ketentuan , di antaranya Statuta Roma, khususnya Pasal 8 ayat (2) (b) (iii) dan Pasal 8 ayat (2) (e) (iii), yang mengatur perlindungan terhadap personel misi kemanusiaan dan perdamaian.

Selain itu, Piagam PBB juga menegaskan larangan penggunaan kekerasan terhadap pihak lain sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 ayat (1), Pasal 2 ayat (4), serta perlindungan terhadap personel PBB dalam Pasal 105. Hal ini diperkuat dengan Konvensi Keamanan Personel PBB Tahun 1994 yang mengatur perlindungan hukum bagi pasukan penjaga perdamaian.

Dalam perspektif hak asasi manusia (HAM), Syamsul menilai tindakan tersebut tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas global.

Ia pun mengajak pemerintah Indonesia dan seluruh elemen bangsa untuk bersikap tegas dengan mengutuk tindakan tersebut.

“Pasukan perdamaian hadir untuk melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas di wilayah konflik. Jika mereka justru menjadi target serangan, maka ini adalah ancaman serius bagi keamanan dunia dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas,” ujarnya.

Syamsul menegaskan bahwa perlindungan terhadap pasukan perdamaian harus menjadi komitmen bersama masyarakat internasional guna menjaga perdamaian dan keamanan global.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait