ESDM dan Pertamina Didesak Transparan soal Kenaikan Harga Pertamax
Anggota Komisi XII DPR Ratna Juwita, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero)
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR Ratna Juwita, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) untuk segera membuka secara transparan mekanisme penentuan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kepada publik.
Desakan ini disampaikan menyusul kenaikan tajam harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green 95, yang disebut mencapai sekitar 32 persen.
Ratna menilai lonjakan harga tersebut mencerminkan kuatnya tekanan biaya energi global sekaligus menunjukkan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah dalam mempertahankan kebijakan subsidi energi. Namun demikian, menurutnya, kebijakan kenaikan harga tidak boleh dilakukan tanpa penjelasan yang jelas kepada masyarakat.
“Pemerintah wajib menyampaikan secara terbuka faktor apa saja yang mendasari perubahan harga ini, mulai dari fluktuasi harga minyak mentah dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, biaya pengolahan, hingga komponen distribusinya. Publik berhak mendapatkan informasi yang jelas, rasional, dan akuntabel,” ujar Ratna Juwita, Jumat (12/6/2026).
Politikus asal Jawa Timur itu mengatakan banyak masyarakat yang terkejut dengan besarnya kenaikan harga Pertamax. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana karena dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Menurut Ratna, kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling terdampak karena selama ini merupakan pengguna utama BBM jenis Pertamax. Kenaikan harga tersebut, lanjutnya, berpotensi memicu efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi.
“Kebijakan ini dipastikan akan membawa dampak domino yang luas bagi stabilitas ekonomi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi pengguna setia Pertamax,” katanya.
Ratna menjelaskan, kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik nasional. Jika biaya distribusi barang meningkat, maka harga kebutuhan pokok di pasar juga berisiko mengalami kenaikan.
“Jika biaya logistik membengkak, maka harga barang-barang pokok di pasar pun berisiko ikut terkerek naik. Kondisi ini dipastikan akan menekan daya beli masyarakat kelas menengah secara masif, serta memberikan kontribusi negatif terhadap angka inflasi nasional dan menahan laju aktivitas ekonomi domestik,” ujarnya.
Karena itu, Ratna meminta pemerintah tidak hanya mengumumkan kenaikan harga BBM, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi dampak ekonomi serta edukasi publik yang memadai.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah untuk menjelaskan secara rinci dasar perhitungan kenaikan harga tersebut guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
“Masyarakat kelas menengah kita saat ini sudah cukup terbebani oleh berbagai tekanan ekonomi. Jangan sampai kenaikan Pertamax yang tiba-tiba dan tanpa penjelasan transparan ini justru memicu kepanikan baru dan menurunkan tingkat kepercayaan publik. Kementerian ESDM harus segera hadir menjelaskan rasionalisasi angka 32 persen tersebut agar tidak timbul spekulasi liar di masyarakat,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSHadiri KRTI 2026 di IKN, Sultan Najamudin Ajak Mahasiswa Berani Jadi Pemimpin Masa Depan
hendra·6 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Melemah ke Rp17.888 per Dolar AS, Tertekan Sikap Hawkish The Fed
hendra·15 menit yang lalu -
INTERNASIONALPakistan Berhasil Negosiasi dengan Iran, Kapal LNG Qatar Aman Lewati Selat Hormuz
hendra·26 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Investor Cermati Harga Minyak dan Aturan BEI
hendra·1 jam yang lalu -
-
EKONOMITata Kelola Gula Dirombak, Pengawasan Impor Rafinasi Didesak
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELDampak Fenomena MJO, Wilayah Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANLayanan Publik Berbasis AI Segera Diterapkan di Medan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan