Dukung Penambahan Anggaran KP2MI, Komisi IX: Sudah Sepantasnya PMI Diperhatikan
Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, mendukung usulan penambahan anggaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI)
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, mendukung usulan penambahan anggaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) sebesar Rp 1,3 triliun.
Sebelumnya, pagu indikatif anggaran Kementerian P2MI tahun 2026 hanya berjumlah Rp 285 miliar.
Irma memandang pentingnya penambahan anggaran tahun 2026 untuk Kementerian P2MI agar program strategis penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia menjadi maksimal. Sebagai penyumbang terbesar devisa negara, pekerja migran Indonesia harus terjamin hidupnya di luar negeri.
“Tentu, oleh karena itu kami Komisi IX menyepakati usulan penambahan anggaran tersebut. Karena pekerja migran Indonesia adalah penghasil devisa negara, setelah sawit,” kata Irma Suryani, Senin (14/7/2025).
Irma menjelaskan, pekerja migran Indonesia memiliki sumbangsih yang besar terhadap negara. Sumbangan devisa negara mereka melalui remitansi tidak hanya menggerakan roda perekonomian bangsa, tapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Oleh karena itu, pelindungan dan pemberdayaannya sudah sepantasnya diperhatikan dan di-support,” ujar politikus NasDem ini.
Komisi IX DPR mendukung usulan tambahan pagu anggaran tahun 2026 KemenP2MI menjadi sebesar Rp1,3 triliun. Setelah disetujui, usulan itu akan disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR.
“Sesuai kesimpulan rapat, iya” jelas Wakil Ketua BURT DPR itu.
Pagu indikatif anggaran Kementerian P2MI tahun 2026 hanya berjumlah Rp 285 miliar, yang kemudian dipotong 92 persen untuk belanja pegawai, dan tersisa Rp 2 miliar baru bisa dimanfaatkan untuk program pelindungan, penempatan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Irma pun merasa miris dengan anggaran yang diperoleh Kementerian P2MI.
Menurutnya, angka tersebut tidak logis untuk menjamin besarnya angka pekerja Indonesia di luar negeri. “Tidak masuk akal, untuk melindungi buruh migran kita yang mencapai jutaan,” kata Irma.
Di sisi lain, Irma menuturkan, banyaknya peluang kerja di luar negeri merupakan alternatif di tengah tingginya kebutuhan lowongan kerja di tanah air yang sangat disayangkan jika tidak ditangkap.
Namun yang perlu dicermati, kata dia, program pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran yang dijalankan pemerintah lewat KemenP2MI harus lebih dahulu didukung penuh.
“Pekerja migran Indonesia saat ini, adalah jalan keluar dari sempitnya lapangan kerja di dalam negeri,” tutur Irma.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSRating SPPG MBG Disorot DPR, Keamanan Makanan Anak Harus Jadi Prioritas
hendra·11 menit yang lalu -
EKONOMITata Kelola Gula Dirombak, Pengawasan Impor Rafinasi Didesak
Herman Saleh Harahap·40 menit yang lalu -
SUMSELDampak Fenomena MJO, Wilayah Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
KOTA MEDANLayanan Publik Berbasis AI Segera Diterapkan di Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan