Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR soal Bocornya Data NPWP: Kebocoran Data yang Berulang-ulang Harus Dibenahi

Baru-baru ini terungkap adanya kebocoran data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) melibatkan sekitar 6 juta

Baru-baru ini terungkap adanya kebocoran data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) melibatkan sekitar 6 juta data pribadi, termasuk data pejabat publik.
Baru-baru ini terungkap adanya kebocoran data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) melibatkan sekitar 6 juta data pribadi, termasuk data pejabat publik.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta -  Baru-baru ini terungkap adanya kebocoran data Nomor Pokok Wajib Pajak () melibatkan sekitar 6 juta data pribadi, termasuk data pejabat publik. 

Kebocoran ini menyasar data sensitif, menambah daftar panjang kasus serupa di Indonesia, yang mempertanyakan keamanan data warga negara.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPR Muetya Hafid meminta kepada Pemerintah agar segera membenahi masalah bocornya ini. Sebab, hal ini sudah berulang-ulang terjadi

"Ini kan kebocoran data yang berulang-ulang harus dibenahi bersama," kata Muetya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (23/9/2024).

Komisi I DPR, lanjut politikus Golkar ini belum bisa mengambil sikap lebih jauh akan kasus tersebut. Karena itu perlu ditelaah lebih dalam.

"Bersama mitra kami pelan-pelan mesti dicari tahu kebocoran datanya seperti apa misal dari serangan atau apaun kita belum mendapatkan laporan resmi," tegas legislator dapil Sumut ini.

Sebelumnya, Beredar di media sosial diduga 6 juta data nomor pokok wajib pajak atau NPWP dibocorkan peretas atau hacker yang pernah viral, yaitu Bjorka. Data yang diduga bocor itu disebut termasuk milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta dua anaknya, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru