Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR Minta Kampus Nonaktifkan Dosen Terkait Kasus Daycare Little Aresha

Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayanti, meminta perguruan tinggi segera menonaktifkan dosen yang menjadi penasihat yayasan Daycare Little Aresha

MY Esti Wijayanti disela-sela pimpin Rapat di Komisi X DPR (foto:istimewa)
MY Esti Wijayanti disela-sela pimpin Rapat di Komisi X DPR (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – , meminta perguruan tinggi segera menonaktifkan dosen yang menjadi penasihat di , Kota .

Permintaan itu disampaikan sebagai langkah antisipatif apabila yang bersangkutan terbukti terlibat dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare tersebut. Esti menegaskan, penonaktifan penting dilakukan mengingat proses hukum yang tengah berjalan.

“Lebih baik secepatnya dinonaktifkan jika memang sudah berstatus tersangka, tentu dengan tetap menghormati proses hukum,” ujar Esti, Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan, tenaga pendidik maupun tokoh berpengaruh yang terlibat dalam kasus kekerasan seharusnya mendapatkan sanksi lebih berat dibanding pelaku umum.

“Bisa tiga kali lipat dari sanksi yang diberikan kepada masyarakat biasa, karena mereka seharusnya menjadi teladan,” tegasnya.

Esti juga memastikan Komisi X DPR akan membahas lebih lanjut apabila terdapat keterlibatan dosen atau tenaga pendidik dalam kasus tersebut.

Selain penegakan hukum, Esti menekankan pentingnya pemulihan menyeluruh bagi para korban. Menurutnya, anak-anak mengalami dampak serius baik secara fisik maupun psikologis.

“Trauma yang dialami cukup berat, bahkan ada yang menunjukkan gangguan tumbuh kembang,” ungkapnya.

Esti mengaku telah menerima pengaduan langsung dari orang tua korban pada Rabu (29/4/2026). Dalam laporan tersebut, sejumlah anak disebut mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti pneumonia, bronkitis, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, hingga stunting.

Kondisi tersebut diduga akibat kurangnya asupan gizi, dehidrasi, serta lingkungan daycare yang tidak layak, seperti ruang yang lembap dan sempit.

Para orang tua korban juga meminta agar video yang beredar di media sosial segera diturunkan karena dinilai memperburuk kondisi psikologis anak dan keluarga.

Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) membenarkan bahwa penasihat , Cahyaningrum Dewojati, merupakan dosen aktif di kampus tersebut.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyatakan keterlibatan yang bersangkutan dalam pengelolaan daycare dilakukan dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai representasi institusi. 

(LS/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait