Dituduh Ikut Campur Masalah Pribadi, Pasutri Dianiaya Istri Oknum Polisi
Saya bahkan tidak pernah sekalipun berbicara dengannya. Tiba-tiba dia marah dan melarang kami mencampuri urusannya
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dituduh kerap ikut campur urusan orang lain, pasangan suami istri (pasutri) menjadi korban penganiayaan oleh salah seorang istri oknum polisi di Medan.
Kejadian penganiayaan ini, dialami oleh Halim (31) beserta istrinya Dhea Safani Ningrum (28), di kawasan Jalan Kuali, Gang Damai, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Kasus penganiayaan ini bermula dari adanya pertemuan yang tidak disengaja antara kedua korban dengan pelaku berinisial EAS, saat akan menjemput anaknya yang tengah berada di sebuah kos-kosan milik kerabat mereka, pada Rabu (27/8/2025).
Baca Juga : Petugas Dishub Medan Jadi Korban Penganiyaan Jukir saat Tertibkan Parkir Liar
Saat itu, pelaku yang juga masih memiliki hubungan kerabat dengan Dhea Safani Ningrum, tiba-tiba mendatangi kedua korban tanpa alasan yang jelas langsung mengatakan untuk tidak mencampuri urusan pribadi pelaku.
"Saya bahkan tidak pernah sekalipun berbicara dengannya. Tiba-tiba dia marah dan melarang kami mencampuri urusannya," kata Halim saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, Kamis (28/8/2025)
Halim turut mengungkapkan, jika pelaku EAS ini sebelumnya kerap munyuruh istrinya (Dhea) menghubungi mantan suami pelaku guna meminta berbagai hal kepentingan pelaku.
Baca Juga : Wakil Rektor II Universitas Darma Agung Ditangkap, Kapolrestabes: 1x24 Jam Diinfokan Kembali
Merasa itu bukan urusan Halim dan istrinya, kedua korban ini pun lantas menolak permintaan pelaku tersebut.
"Kami tidak mau terus terlibat, mungkin karena itu dia marah dan merasa kami memihak kepada mantan suaminya," ucap Halim.
Hingga akhirnya, kedua korban pun menduga jika penolakan tersebut lah yang memicu penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku EAS.
Dimana saat itu, pelaku memukul serta mencakar dan menendang korban (Dhea) secara brutal di hadapan Halim dan beberapa saksi.
Halim yang melihat hal itu pun berusaha melerainya, hingga secara tiba-tiba suami pelaku yang berstatus sebagai anggota polisi datang ke lokasi.
Baca Juga : Diduga Menangkap Tak Sesuai Prosedur, Kompol Dedi Kurniawan Dilapor ke Propam
Sementara itu, saat salah seorang saksi yang ada di lokasi berusaha merekam kejadian itu. Pelaku pun merebut ponsel saksi dan melemparkannya hingga hancur.
"Handphone saksi direbut dan dilempar hingga hancur. Selanjutnya handpone itu langsung diberikan ke suaminya yang polisi, seolah-olah mereka yang berwenang mengambil barang bukti," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, korban Dhea Safani Ningrum terpaksa harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, guna menjalani perawatan.
Sementara, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh istri salah seorang oknum polisi ini telah dilaporkan korban ke Mapolsek Medan Baru.
"Demi nama baik Polri, kami mohon oknum yang bersalah ditindak dan tidak semena-mena terhadap rakyat biasa," pungkasnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak Tambunan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan kasus penganiayaa tersebut.
"Saat ini kita lakukan penyelidikan, sabar ya," jawabnya singkat.
(Cw4/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NASIONALUsman Husin Dukung Pengelolaan Lahan Gambut dan Magrove Cegah Karhutla
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALKemnaker Tekankan Peningkatan Standar Kompetensi Teknisi Ponsel
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Matangkan Lahan Proyek Pengolahan Sampah Listrik
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMUTBobby Nasution Ajak Perantau Minang Dorong Ekonomi Keumatan dan Industri Halal
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KESEHATANBulan Bakti Peternakan, Pemprov Sumut Targetkan Bebas Rabies 2030
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·9 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·10 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan