Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Komda PKK Minta Usut Proses Pengadaan Alat Penangkal Petir PLN

PLN sebagai satu-satunya BUMN yang menyediakan listrik di Indonesia, dituntut bekerja secara ekstra untuk menjaga agar kondisi listrik selalu andal

Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Ilustrasi. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Black Out yang terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan di Sumatera beberapa waktu lalu, kembali mengancam.

General Manager PT UID S2JB Adhi Herlambang pasca kejadian padam secara total di Sumatera pada Juni 2024 lalu kepada media mengatakan, ketika terjadi blackout, terdapat lightning arrester () dan isolator yang rusak di jaringan transmisi SUTT 150 kV Lubuk Linggau-Lahat.

Hal ini pun menjadi pertanyaan Koordinator Komunitas Pemuda Pengawas Korupsi Konstruksi (Komda PKK) Latief Arrahman.

Dia mengatakan, sebagai kebutuhan vital, apabila terjadi kerusakan yang mengakibatkan pemadaman , sudah dipastikan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat dan kepentingan umum.

"Karena itu, PLN sebagai satu-satunya BUMN yang menyediakan listrik di Indonesia, dituntut bekerja secara ekstra untuk menjaga agar kondisi listrik selalu andal dan menyiapkan kelengkapan pendukung, termasuk dalam material penangkal petir," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/7/2024).

Menurut Latief, berdasarkan hasil investigasi timnya, kerusakan (lightning arrester) SUTT 150 kV Lubuk Linggau - Lahat pada tanggal 4 Juni 2024 itu diduga kuat terjadi akibat tidak sesuai spesifikasinya. 

Hal inilah, sebut dia, yang menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk terkait persoalan bagaimana proses pengadaannya.

"Karena itu, pihak berwenang perlu mengusut proses yang dilakukan oleh Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Sumatera ( UIP3BS) agar pemadaman serupa di Pulau Sumatera tidak terjadi kembali," pungkasnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait