Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dari Kebun Salak ke Kampus Impian, Kisah Ikhwan Lolos SNBP 2026 Bikin Haru

Kisah Ikhwan, anak petani salak dari Tapsel, lulus SNBP 2026 ke Universitas Teuku Umar. Perjuangannya jadi inspirasi.

Ikhwan Marali Ritonga saat diwawancarain wartawan di perpustakaan Kota Padangsidimpuan (Foto : Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)
Ikhwan Marali Ritonga saat diwawancarain wartawan di perpustakaan Kota Padangsidimpuan (Foto : Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - Di tengah kesederhanaan kehidupan keluarga petani salak, mimpi besar itu akhirnya menjadi nyata. Ikhwan Marali Ritonga, siswa SMK Negeri 1 Padangsidimpuan, tak kuasa menahan haru saat namanya dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Pemuda asal Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten ini berhasil menembus perguruan tinggi negeri impiannya, yakni , pada Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang S1.

Bagi Ikhwan, keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Ia menanamkan disiplin belajar sejak awal masuk SMK, jauh sebelum memasuki kelas akhir.

“Persiapan SNBP itu bukan hanya di kelas 12. Sejak kelas 10 saya sudah berusaha menjaga nilai tetap baik dan stabil,” ungkapnya, Kamis (9/4/2026).

Ia memahami betul bahwa menuntut konsistensi. Nilai rapor yang stabil selama tiga tahun menjadi kunci utama. Selain itu, ia juga cermat dalam memilih jurusan dengan mempertimbangkan tingkat persaingan.

“Setiap jurusan punya peluang berbeda. Ada yang persentasenya sangat kecil, jadi harus benar-benar dipertimbangkan,” ujarnya.

Pilihan Ikhwan pun jatuh pada Ilmu Komunikasi, jurusan yang memiliki peluang cukup besar dibandingkan beberapa program studi lain. Dari puluhan pendaftar, hanya sebagian yang berhasil lolos seleksi ketat tersebut.

Kabar kelulusan yang diumumkan pada 31 Maret 2026 menjadi momen tak terlupakan. Di balik senyum bahagianya, tersimpan perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

Ikhwan merupakan anak tunggal dari seorang petani salak. Sang ayah, Irpan Muliadi Ritonga, selalu memberikan dukungan penuh meski dalam keterbatasan.

“Kalau sudah dapat kesempatan lewat jalur prestasi, jangan disia-siakan,” pesan sang ayah yang terus memotivasinya.

Perjalanan Ikhwan juga tidak mudah. Ia telah kehilangan ibunya sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Namun, kondisi tersebut justru menjadi penyemangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kini, langkah Ikhwan menuju dunia perkuliahan menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan doa mampu membuka jalan, bahkan dari sudut desa sekalipun.

(Ron/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru