Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dapur MBG Diduga Pemicu Keracunan Massal di Berastagi Baru Tambah Kuota Titik Distribusi Sekolah

Dapur MBG Kodim Karo diduga pemicu keracunan ratusan siswa Berastagi. Operasional dihentikan, polisi selidiki

Sejumlah murid SMA Negeri 1 Berastagi memperhatikan ompreng berisi makanan yang diduga menyebabkan ratusan murid di sekolahnya mengalami keracunan massal, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tony/Nusantaraterkini.co)
Sejumlah murid SMA Negeri 1 Berastagi memperhatikan ompreng berisi makanan yang diduga menyebabkan ratusan murid di sekolahnya mengalami keracunan massal, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tony/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, KARO - Masakan yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa di Kecamatan Berastagi keracunan massal, ternyata berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru saja menambah dua titik sekolah sebagai lokasi distribusi makanan bergizi gratis (MBG).

Diketahui, dapur komunal tersebut lokasinya berada di areal lahan Kodim 0205/Tanah Karo.

Dapur tersebut berdiri sejak 23 Februari 2026 lalu. Bersama dua SPPG yang berlokasi di Kecamatan Merek dan Kecamatan Tigabinanga, tiga dapur ini memasok sumber ketahanan pangan terhadap 3.500 siswa. 

Kasus keracunan massal diduga dari masakan MBG itu terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA dan SMP Swasta Bersama. Tercatat ada sekitar 279 orang harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk seorang siswi asal harus dirujuk ke Medan akibat sesak nafas setelah dirawat di Rumah Sakit Efarina Etahanam.

"Masakan itu dari (SPPG) Kodim Raya hari Kamis (tragedi keracunan massal) dari dapur lama pindah ke Kodim," kata Airel, murid SMA Negeri 1 Berastagi.

Siswi kelas XI mengaku tahu masakan yang disantap berasal dari SPPG Kodim Raya atas informasi dari pihak sekolah. Guru-guru wali kelas setiap pukul 13.00 WIB selalu memastikan kondisi siswa setelah menyantap masakan MBG.

"Hari itu menunya ikan dencis, tongkol pukul 14.00 lewat ruangan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) penuh. Banyak yang mengeluh sesak," ungkap Airel.

Sejak saat itu, kepanikan melanda sekolahnya. Pihak guru lalu menghubungi rumah sakit.

"Saya gak kena karena hari itu (waktu pembagian MBG) sedang kegiatan lomba paskib di luar sekolah," ungkapnya.

Sementara, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Benget Panjaitan telah memastikan bahwa SPPG tersebut dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ). SPPG hanya beroperasi di atas lahan Kodim 0205/Tanah Karo.

Di ompreng-ompreng bekas makanan tengah dikumpul jadi satu dekat akses masuk ruang kelas. Terlihat susunan ompreng dipasang garis police line Inafis.

Kasi Humas Poles Tanah Karo AKP Pedoman Maha mengatakan, kasus ini sedang diselidiki Unit Reskrim. Polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti.

"Semua pihak yang berkaitan suatu saat tentunya akan menjadi saksi," ujarnya.

Terpisah, Kepala Kepala (BGN), Sudaryono memastikan telah menghentikan sementara operasional dapur serta mencopot Kepala SPPG tersebut untuk mendukung investigasi pihak kepolisian.

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait