Dapur MBG Diduga Pemicu Keracunan Massal di Berastagi Baru Tambah Kuota Titik Distribusi Sekolah
Dapur MBG Kodim Karo diduga pemicu keracunan ratusan siswa Berastagi. Operasional dihentikan, polisi selidiki
Nusantaraterkini.co, KARO - Masakan yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa di Kecamatan Berastagi keracunan massal, ternyata berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru saja menambah dua titik sekolah sebagai lokasi distribusi makanan bergizi gratis (MBG).
Diketahui, dapur komunal tersebut lokasinya berada di areal lahan Kodim 0205/Tanah Karo.
Dapur tersebut berdiri sejak 23 Februari 2026 lalu. Bersama dua SPPG yang berlokasi di Kecamatan Merek dan Kecamatan Tigabinanga, tiga dapur ini memasok sumber ketahanan pangan terhadap 3.500 siswa.
Kasus keracunan massal diduga dari masakan MBG itu terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA dan SMP Swasta Bersama. Tercatat ada sekitar 279 orang harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk seorang siswi asal SMAN 1 Berastagi harus dirujuk ke Medan akibat sesak nafas setelah dirawat di Rumah Sakit Efarina Etahanam.
"Masakan itu dari (SPPG) Kodim Raya hari Kamis (tragedi keracunan massal) dari dapur lama pindah ke Kodim," kata Airel, murid SMA Negeri 1 Berastagi.
Siswi kelas XI mengaku tahu masakan yang disantap berasal dari SPPG Kodim Raya atas informasi dari pihak sekolah. Guru-guru wali kelas setiap pukul 13.00 WIB selalu memastikan kondisi siswa setelah menyantap masakan MBG.
"Hari itu menunya ikan dencis, tongkol pukul 14.00 lewat ruangan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) penuh. Banyak yang mengeluh sesak," ungkap Airel.
Sejak saat itu, kepanikan melanda sekolahnya. Pihak guru lalu menghubungi rumah sakit.
"Saya gak kena karena hari itu (waktu pembagian MBG) sedang kegiatan lomba paskib di luar sekolah," ungkapnya.
Sementara, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Benget Panjaitan telah memastikan bahwa SPPG tersebut dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ). SPPG hanya beroperasi di atas lahan Kodim 0205/Tanah Karo.
Di SMAN 1 Berastagi ompreng-ompreng bekas makanan tengah dikumpul jadi satu dekat akses masuk ruang kelas. Terlihat susunan ompreng dipasang garis police line Inafis.
Kasi Humas Poles Tanah Karo AKP Pedoman Maha mengatakan, kasus ini sedang diselidiki Unit Reskrim. Polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti.
"Semua pihak yang berkaitan suatu saat tentunya akan menjadi saksi," ujarnya.
Terpisah, Kepala Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono memastikan telah menghentikan sementara operasional dapur serta mencopot Kepala SPPG tersebut untuk mendukung investigasi pihak kepolisian.
(Ton/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSKarhutla Memburuk, Komisi XII Desak Pemerintah Perkuat Penanganan Asap
hendra·10 menit yang lalu -
KRIMINALBaru Dua Bulan Edarkan Pod Getar, Pasangan Kekasih di Medan Simpan 290 Barang Bukti
hendra·37 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Naik Tipis ke Rp2.630.000, Perak Menguat ke Rp44.750
Rozie Winata·41 menit yang lalu -
-
NEWSALAMP AKSI Desak Kejari Medan Usut Dugaan Korupsi Proyek Alat Berat Rp11,4 Miliar di DLH
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKHensa Usul Suara Parpol di Bawah Parliamentary Threshold Digabung agar Tak Terbuang
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELTinjau Ruas Jalan Pagar Alam-Tanjung Raya, Gubernur Sumsel Pastikan Perbaikan Fungsional Dimulai Tahun Ini
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Kembali Tertekan, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI Hari Ini
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELKejar Target Digitalisasi Bansos 2026, Pemprov Sumsel Dorong Optimalisasi Agen Perlinsos
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSTidak Hanya Selingkuh, IA Kepala SPPG di Tebingtinggi Diduga Telantarkan Istri dan Anak
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan