Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Cerita RZ yang Nyaris Jadi Korban TPPO Jaringan Internasional untuk Diperkerjakan Sebagai Operator Judi Online di Kamboja

Jaringan agen penyalur pekerja judi online ke Kamboja terus melancarkan aksinya. Kali ini, seorang remaja asal Kota Binjai berinisial RZ (19)

Bagikan:
Ilustrasi
Ilustrasi
A A

nusantaraterkini.co, BINJAI - Jaringan ke terus melancarkan aksinya. Kali ini, seorang berinisial RZ (19) tindakan pidana perdagangan orang ().

RZ mengatakan, saat itu dirinya membatalkan untuk berangkat ke . Namun, pasca pembatalan itu, dirinya mendapat ancaman dan harus memulangkan seluruh biaya pembuatan paspor kepada agen penyalurnya.

Diketahui, agen penyalur itu merupakan seorang perempuan dewasa berinisial AT, warga Tandam Hulu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

"Karena saya batalkan ikut berangkat kerja ke Kamboja, sekarang Ibu (agen) itu memaksa orang tua saya untuk memulangkan biaya pengurusan paspor sebesar Rp 3 juta. Kalau tidak dipulangkan, dia ngancam mau melaporkan dan ngeblok data saya," kata RZ, Selasa (28/5/24).

BACA JUGA : Wanita Agen Kerja Judi Online ke Kamboja Diringkus Polisi

Diceritakan RZ, peristiwa itu berawal saat dirinya mendapat kabar dari temannya yang sudah lama bekerja di Kamboja, terkait adanya lowongan pekerjaan di negara itu.

Tergiur dengan jumlah gaji yang ditawarkan hingga mencapai Rp 7 juta perbulan, RZ pun meminta temannya untuk mengirimkan nomor telepon agen di Binjai yang bisa dihubungi untuk keberangkatannya.

"Gitu dapat nomor Hp, langsung kuhubungi Ibu itu, ku bilang apa benar bisa bantu berangkatkan kerja ke Kamboja. Lalu, ibu itu nyuruh aku datang ke rumahnya di Tandam," kata RZ.

Tiga kali RZ datang ke rumah agen untuk proses pemberangkatan kerjanya ke Kamboja. Mereka pertama kali bertemu pada tanggal 19 April 2024 di rumah si penyalur di Tandam.

RZ bersama 25 orang lainnya tergabung dalam satu kelompok yang rencananya akan diberangkatkan pada 21 Mei 2024 kemarin. Kabarnya disana mereka akan dipekerjakan sebagai admin judi slot di Kamboja dengan gaji Rp 7 juta perbulan.

"Untuk biaya pemberangkatan dari sini tidak ada bang, tapi nanti setelah kerja disana baru gaji kami dipotong dengan cara dicicil," terang RZ.

Dijelaskannya, untuk mulus masuk ke Kamboja, mereka terlebih dahulu di berangkatkan tujuan ke Malaysia dengan alasan sebagai pelancong yang ingin liburan. Nah, setelah beberapa hari di Malaysia barulah mereka diberangkatkan ke Kamboja.

BACA JUGA : Polres Asahan Musnahkan 8 Kg Barang Bukti Sabu

"Makanya dalam surat pernyataan izin untuk membuat paspor yang ditulis bukan untuk bekerja, melainkan wisata. Itu juga yang buat orang tua saya jadi ragu memberikan izin saya untuk berangkat ke Kamboja, makanya gak jadi," beber RZ.

Setelah membatalkan niatnya berangkat ke Kamboja, kini RZ dipusingkan oleh sikap agen yang memaksa dan meminta uang pembuatan paspor dikembalikan. 

"Orang tua saya bahkan sampai memohon-mohon diberikan waktu supaya bisa mengembalikan uang tersebut," ungkap RZ.

"Darimana orang tua saya dapat uang sebanyak itu bang. Makanya saya minta bantuan, cemanalah caranya supaya ibu (agen) itu tidak lagi ngancam dan nakut-nakuti kami supaya uangnya dibalikkan," sambung RZ.

Berangkat dari cerita RZ, akhirnya pihak kepolisian Polres Binjai berhasil menangkap AT, wanita yang diketahui sebagai ke Kamboja.

"Iya benar, susah kita tangkap bang, masih dalam penyelidikan," kata Kasar Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait