Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Cegah ISPA dan Diare Pascabanjir-Longsor, Pemprov Sumut Siagakan Dokter dan Nakes di Posko Bencana

Dinas Kesehatan Sumut menyiagakan dokter dan perawat di posko pengungsian Tapteng, Sibolga, Tapsel, dan Langkat untuk menangani 1.890 korban luka

Konferensi Pers bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut terkait Layanan Kesehatan Darurat Bencana Alam di Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025). (Foto: Diskominfo Sumut)
Konferensi Pers bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut terkait Layanan Kesehatan Darurat Bencana Alam di Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025). (Foto: Diskominfo Sumut)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan terus melakukan penanganan kesehatan bagi korban bencana banjir, longsor, dan banjir bandang yang terjadi di sejumlah daerah sejak 26 November 2025.

telah disiagakan di berbagai posko dan titik pengungsian untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025.

Baca Juga : RS Haji Medan Kirim Tim Medis ke Posko Pengungsian Sibolga, Tangani ISPA dan Penyakit Kulit

Hamid mengungkapkan, hingga kini telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di daerah terdampak seperti Tapanuli Tengah (), Sibolga, Tapanuli Selatan (), dan . Selain itu, petugas kesehatan juga disiagakan penuh di posko-.

Data sementara menunjukkan 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana yang melanda Sumut dalam sepekan terakhir.

“Sejak awal bencana terjadi kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota terdampak untuk melakukan upaya kesehatan kepada masyarakat di lokasi bencana,” kata Hamid.

Ia menambahkan, Pemprov Sumut juga bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Regional Sumatera.

Untuk wilayah dan Sibolga, Hamid menjelaskan bahwa tim kecil yang dikirim sempat tertahan di karena akses jalan yang terputus. Kondisi tersebut membuat tim akhirnya memberikan pelayanan di kawasan terdampak di Kabupaten Tapsel, khususnya di Batangtoru.

Baca Juga : Komisi IX DPR Desak Kemenkes Kirim Nakes Tambahan ke Sumatera, Waspadai ISPA, Diare dan Penyakit Kulit di Pengungsian

“Kita turunkan dokter, perawat, tenaga farmasi, kesehatan lingkungan, dan surveilans. Besoknya (27/11/2025), kita tempatkan 3 dokter, 3 perawat, dan 2 petugas surveilans untuk membantu pelayanan kesehatan di sana,” ujarnya.

Di Kabupaten , juga menurunkan tim medis lengkap dan melakukan rotasi petugas antar kecamatan agar pelayanan kesehatan tetap maksimal. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan berbagai pihak dalam penanganan bencana.

“Pada fase pasca bencana akan muncul berbagai permasalahan kesehatan. Karena itu, upaya pencegahan sangat penting agar penyakit dapat kita tangani sedini mungkin,” jelasnya.

Dinkes Sumut mencatat terdapat 18 rumah sakit, 19 puskesmas pembantu, 25 puskesmas, dan sejumlah poskesdes yang terdampak banjir dan longsor. Sebagian di antaranya tak dapat beroperasi karena terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Untuk menjangkau wilayah terisolir, Pemprov Sumut mendapat bantuan dari relawan berbagai provinsi, komunitas, serta organisasi masyarakat. “Kami arahkan seluruh relawan agar berkoordinasi dengan dinkes kabupaten,” ujar Hamid.

Baca Juga : Dinkes Medan Pastikan Kesehatan Warga Baik Pascabanjir: Demam, ISPA dan Penyakit Kulit jadi Keluhan

Menurutnya, sejumlah penyakit berpotensi menjangkiti warga pascabencana seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam. Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera menginventarisasi kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kami juga minta dinkes kabupaten/kota mendata sarana dan prasarana kesehatan yang terdampak untuk kita kompilasikan dan laporkan ke pusat,” jelasnya.

Hamid berharap, seluruh upaya lintas sektor ini dapat memastikan pelayanan kesehatan bagi korban bencana di Sumut berlangsung optimal hingga kondisi masyarakat kembali pulih.

(Akb/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru