Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bulog: Cuaca dan Minimnya Dryer Hambat Penyerapan Gabah di Sumsel

Bulog Sumsel sebut keterbatasan mesin dryer dan faktor cuaca hambat penyerapan gabah petani saat panen gadu

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan saat diwawancarai di Gudang Bukog Sukamaju, Palembang, Rabu (22/4/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan saat diwawancarai di Gudang Bukog Sukamaju, Palembang, Rabu (22/4/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) mengungkapkan, proses petani di tengah masa saat ini menghadapi kendala teknis.

Hal itu terjadi akibat cuaca yang tidak menentu dan terbatasnya sarana pengering (dryer) di wilayah sentra produksi.

“Kendala dalam penyerapan tetap ada, terutama di wilayah sentra produksi yang masih menggunakan lantai jemur karena sarana dryer masih terbatas,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan, Kamis (23/4/2026).

Ihsan menjelaskan, lantai jemur konvensional mengakibatkan proses pengeringan gabah menjadi lebih lama, serta berisiko menurunkan kualitas mutu beras yang dihasilkan.

“Penggunaan lantai jemur yang masih dominan membuat gabah lebih lama kering saat cuaca mendung. Jika kadar air sudah di bawah 18 persen, gabah hanya dapat disimpan sementara sebelum dikeringkan kembali hingga mencapai standar 14 persen,” jelasnya.

Kondisi musim hujan juga menjadi hambatan tersendiri, karena petani cenderung mengurangi intensitas panen akibat lahan yang basah dapat merusak alat mesin pertanian.

Untuk menyiasati hal tersebut, para petani biasanya baru memulai aktivitas pemanenan pada siang hari guna memastikan kondisi sawah telah cukup kering sehingga alat panen tidak mengalami kemacetan saat dioperasikan.

“Biasanya petani menunggu hingga sekitar pukul 10.00 WIB atau 11.00 WIB setelah kondisi sawah mengering, agar alat tidak macet saat digunakan,” katanya.

Ihsan menyebut, panen di wilayah Sumsel berlangsung sepanjang tahun karena perbedaan waktu tanam di tiap kabupaten, sehingga ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Oleh sebab itu, pihaknya memastikan jika ketersediaan stok beras masih mencapai 93.000 ton dan aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

“Untuk Sumatera Selatan stok sekitar 91.000 ton, sedangkan Sumsel dan Bangka Belitung sekitar 93.000 ton dan dinilai cukup hingga akhir tahun,” ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait