BNPB dan Instansi Terkait Percepat Penanganan Banjir di Kabupaten Bekasi
Penurunan tinggi muka air di wilayah terdampak mulai terlihat, sementara progres pembersihan dan penguatan tanggul berjalan signifikan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Tim Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB bersama instansi terkait terus melakukan percepatan penanganan banjir di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan hasil monitoring lapangan pada Rabu (5/11/2025), penurunan tinggi muka air di wilayah terdampak mulai terlihat, sementara progres pembersihan dan penguatan tanggul berjalan signifikan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyampaikan, kegiatan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat evaluasi pada Selasa (4/11/2025), yang berfokus pada empat langkah utama penanganan, yakni pembendungan Pintu Air BSH 0, normalisasi darurat dan peninggian tanggul di sisi kanan-kiri sungai, pembersihan sampah yang menghambat aliran air, serta penambalan tanggul jebol menggunakan karung dan geopack.
"Upaya ini dilakukan secara kolaboratif antara BNPB, BBWS Citarum, BPBD Kabupaten Bekasi, TNI, serta masyarakat setempat," katanya dalam keterangan, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga : Prabowo Perintahkan KAI Cek Jalur Rawan Banjir-Longsor Jelang Nataru
Pada hari yang sama, dilaksanakan pula rapat evaluasi di Posko Penanganan Darurat Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Bekasi dan dihadiri oleh Direktur FPKP BNPB, Kapusdalops BNPB, Tenaga Ahli BNPB, perwakilan Kementerian PMK, Kementerian PUPR, Kepala BBWS Citarum, serta unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Rapat tersebut menegaskan pentingnya percepatan normalisasi sungai dan penguatan tanggul untuk mencegah luapan susulan.
Progres terkini menunjukkan hasil positif. BNPB bersama BBWS telah melaksanakan normalisasi darurat Sungai Srengseng Hilir sepanjang 300 meter serta penyaluran pasir untuk penguatan tanggul sementara.
Ketinggian air sungai menurun dibandingkan hari sebelumnya. Pintu Air BSH 0 dalam kondisi aman dan terkendali, sementara lahan pertanian di Kecamatan Sukakarya yang sempat terendam kini sebagian besar telah surut, menyisakan sekitar 50 hektare yang masih tergenang.
Untuk rencana tindak lanjut pada Kamis (6/11/2025) ini, Dinas Lingkungan Hidup akan melanjutkan pembersihan sampah di Jembatan Sasak Bali dan titik lain yang masih terdapat penumpukan.
Baca Juga : Meluas, Banjir Jakarta Merendam 53 RT
Satpol PP bersama pemerintah kecamatan dan desa akan menertibkan bangunan liar di sepanjang Sungai Srengseng Hilir sekitar 8 km. BBWS juga akan meneruskan normalisasi dan penguatan tanggul sementara, serta berkoordinasi dengan penjaga pintu air untuk pembukaan bertahap di bagian hilir.
Dalam upaya percepatan penanganan darurat ini, pembiayaan kegiatan dilakukan secara sharing anggaran antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan BNPB. Kolaborasi pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan tanggul dan pengerukan sampah di titik-titik kritis yang menjadi penyebab utama luapan air.
BNPB mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air akibat cuaca ekstrem. Hindari aktivitas di sekitar tanggul dan area sungai selama proses pengerjaan berlangsung. Apabila terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda potensi bahaya, segera laporkan kepada aparat desa atau posko bencana terdekat.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELMassa Aksi Pertanyakan Proses Pengesahan P-APBD Sumsel
Herman Saleh Harahap·13 menit yang lalu -
-
SUMUTReno Fransiskus Resmi Emban Jabatan Sebagai Komda PMKRI Sumut-NAD
Fadli Tara·39 menit yang lalu -
NEWSGubernur Sumut Dukung Keysa Melenggang ke Miss Youth Indonesia
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Ungkap Soal Kuota BBM Subsidi Jauh dari Usulan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOTerkuak! Bangunan Mewah di Lapas Cibinong Ternyata Tak Berizin dan Bukan dari APBN
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi BBM DLH Tebingtinggi: Ahli Ungkap Pengawasan hingga Sistem Barcode Pertamina
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALKorban TPPO Madagaskar Harus Siapkan Biaya Pulang Sendiri
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan