Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BMKG dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur: Antisipasi Banjir Lahar Dingin Semeru

BMKG bersama BNPB secara resmi melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari di Jawa Timur dan Nusa Tenggara. (Foto:istimewa)
BMKG bersama BNPB secara resmi melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari di Jawa Timur dan Nusa Tenggara. (Foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,SURABAYA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari di Jawa Timur dan Nusa Tenggara. Operasi ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi banjir lahar dingin di beberapa wilayah Jawa Timur, menyusul banyaknya material erupsi vulkanik dari Gunung Semeru yang meletus pada 19 November 2025.

​Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko mengatakan bahwa tujuan utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah hulu sungai berpotensi banjir lahar dingin yang bersifat destruktif. Selain itu, OMC ditujukan untuk antisipasi kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah lainnya seperti longsor di lereng Gunung Semeru.

Baca Juga : Modifikasi Cuaca Disiapkan untuk Bantu Penanganan Bencana di Sumut 

​“Objektivitas misi OMC di Provinsi Jawa Timur kali ini lebih diutamakan untuk mengintervensi awan di daerah pasca erupsi Gunung Semeru. Setiap hari kami memantau pergerakan dinamika cuaca dari data yang tinggi, maka kami upayakan intervensi melalui OMC. Supaya hujan di hulu tidak terlalu ekstrem, dengan berkurangnya intensitas hujan maka potensi banjir lahar dingin dapat direduksi,” kata Seto, dalam siaran persnya, Sabtu (29/11/2025).

​Adapun pelaksanaan OMC didasarkan pada analisis meteorologi yang menunjukkan perlunya antisipasi pembentukan awan hujan signifikan di Jawa Timur. Di mana nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) pada periode 30 November - 2 Desember 2025 menunjukkan nilai negatif di sebagian wilayah Jawa Timur, mengagendakan pembentukan pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan.

​Di sisi lain, BMKG juga mendeteksi adanya aktivasi Gelombang Rossby Equator dan Low Frequency di atmosfer besar di Jawa Timur pada periode 27 November - 2 Desember 2025. Kondisi cuaca ini bertepatan dengan telah masuknya musim hujan di area Jawa Timur yang memerlukan atensi khusus bencana susulan mengingat material erupsi vulkanik banyak mengendap di permukaan, khususnya di aliran material erupsi di Kab. Lumajang.

​Kepala Stasiun Meteorologi Cuaca BMKG, Rudi Harsoyo, menjelaskan bahwa BMKG mengoperasikan OMC dari Lanudal Juanda, Surabaya. Penggarapan ini akan dilakukan empat sorti penerbangan dengan total empat ton bahan disemai. Dalam operasi kali ini, prioritas utama intervensi awan ditargetkan di area yang berpotensi menjadi hujan lebat sebelum awan tersebut mencapai area target yang ingin dihindari (Kabupaten Lumajang).

Baca Juga : Operasi Modifikasi Cuaca BNPB Dukung Percepatan Penanganan Longsor Cilacap
​“Non teknis kepada dari segi penerbangan safety penerbangan agar selain efektif, OMC juga berjalan dengan aman akibat faktor Gunung Semeru yang masih aktif,” jelas Rudi.

​Sementara itu, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Misrun mengungkapkan, adanya sinergi yang kuat antara BMKG dan BNPB dalam misi kebencanaan ini. Misrun menekankan pentingnya kesiapan implementasi OMC kepada BNPB apabila terdeteksi potensi cuaca pemicu bencana, memastikan upaya mitigasi dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

“Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran sebagai bentuk upaya dalam melaksanakan mitigasi bencana. Dengan adanya pelaksanaan OMC di lapangan, personel kami (BMKG) aktif mendampingi BNPB dalam memberikan rekomendasi teknis dan umum terkait pelaksanaan OMC agar objektivitas misi dapat tercapai,” pungkasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait