Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Imbas Banjir Jakarta–Pekalongan, KAI Batalkan 82 Perjalanan dan 8.615 Tiket

Banjir di Jakarta dan Pekalongan membuat KAI membatalkan 82 perjalanan kereta api dan 8.615 tiket demi keselamatan penumpang.

Petugas melakukan pemeriksaan pada mesin wesel perlintasan kereta yang terendam banjir di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Minggu (18/1/2026). (Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO)
Petugas melakukan pemeriksaan pada mesin wesel perlintasan kereta yang terendam banjir di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Minggu (18/1/2026). (Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dan Pekalongan berdampak serius terhadap operasional kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa membatalkan 82 perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah dan demi menjaga keselamatan perjalanan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa pembatalan dilakukan akibat faktor alam di luar kendali perusahaan. Menurutnya, keselamatan penumpang dan petugas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.

“Cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan dan banjir di lintasan maupun emplasemen memaksa kami melakukan langkah pengamanan maksimal, termasuk pembatalan perjalanan kereta api,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Dampak Banjir di

Banjir terparah terjadi di lintas Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, tepatnya di Km 88+900 hingga Km 89+100. Luapan sungai dan jebolnya tanggul akibat hujan deras berkepanjangan membuat jalur hulu dan hilir terdampak.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebutkan saat ini perjalanan kereta hanya dapat dilalui melalui satu jalur dengan pengamanan ketat, termasuk penggunaan lokomotif khusus BB304.

Gangguan mulai terdeteksi sejak Jumat (16/1) dini hari ketika banjir menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan. Meski sempat dilakukan penanganan dengan penambahan balas dan pengangkatan rel, hujan deras kembali turun hingga menyebabkan jalur rel terendam air setinggi sekitar 23 sentimeter.

Kondisi semakin berat pada Minggu pagi setelah tanggul sungai jebol di titik baru Km 89+100, ditambah pengaruh pasang laut di pesisir utara Jawa.

Genangan Air di Wilayah

Sementara di Daop 1 Jakarta, genangan air terjadi di sejumlah titik vital, seperti Stasiun Kampung Bandan, lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok, emplasemen Jakarta Gudang, Jakarta Kota, hingga Sungai Lagoa.

Ketinggian air di beberapa lokasi sempat mencapai 10 sentimeter dari kepala rel. Untuk menghindari risiko, KAI menerapkan pembatasan kecepatan, pemasangan semboyan pengamanan, serta rekayasa perjalanan kereta dan Commuter Line.

82 Perjalanan KA Dibatalkan

Selama periode 16–18 Januari 2026, dari total 593 perjalanan kereta api antarkota di Jawa, sebanyak 82 perjalanan dibatalkan. Rinciannya, 21 perjalanan dibatalkan pada Jumat (17/1/2026) dan 61 perjalanan pada Minggu (18/1/2026).

Selain itu, 17 perjalanan lainnya dialihkan melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo untuk menghindari jalur terdampak banjir.

KAI juga mencatat 76 perjalanan mengalami keterlambatan dengan rata-rata kelambatan mencapai 240 menit. Keterlambatan terpanjang dialami KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol dengan selisih waktu 445 menit.

Untuk angkutan barang, sebanyak 16 perjalanan kereta api logistik turut dibatalkan, termasuk relasi Kalimas Surabaya–Tanjung Priok.

8.615 Tiket Penumpang Dibatalkan

Dampak banjir juga terasa pada layanan Commuter Line Jabodetabek. KAI melakukan rekayasa operasional dengan membatalkan sebagian relasi demi keselamatan perjalanan.

Hingga Minggu (18/1/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat 8.615 tiket Kereta Api Jarak Jauh dibatalkan oleh pelanggan akibat pembatalan dan perubahan pola operasi.

Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan seluruh kebijakan diambil berdasarkan evaluasi teknis serta kondisi lapangan terkini.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru