Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Balutan Baju Adat 98 Wali Kota dan Suara Emas Lyodra Meriahkan Puncak Gemes IX di Lapangan Merdeka ​

98 wali kota hadir di Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII dan penutupan Gemes IX di Medan yang dimeriahkan penampilan Lyodra.

Ribuan pasang mata menjadi saksi bisu kemegahan malam Gala Dinner penyambutan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVIII yang dirangkai secara apik dengan upacara penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX, Selasa (30/6/2026) malam. (foto: diskominfo medan)
Ribuan pasang mata menjadi saksi bisu kemegahan malam Gala Dinner penyambutan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVIII yang dirangkai secara apik dengan upacara penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX, Selasa (30/6/2026) malam. (foto: diskominfo medan)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN Medan bersolek menjadi panggung akbar peleburan identitas kultural dan diplomasi antar-daerah. Ribuan pasang mata menjadi saksi bisu kemegahan malam Gala Dinner penyambutan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII yang dirangkai secara apik dengan upacara penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX, Selasa (30/6/2026) malam. 

Tuan rumah acara, Wali Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Ny Airin , menyambut langsung kedatangan 98 Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari seluruh penjuru nusantara.

​Ada pemandangan unik yang mencuri perhatian dalam jamuan makam malam kebersamaan tersebut. Seluruh kepala daerah yang hadir kompak menanggalkan pakaian dinas mereka dan berganti mengenakan busana adat Melayu yang anggun. Bagi , pemandangan beralas wastra tradisional ini bukan sekadar urusan estetika visual di atas karpet merah, melainkan penegasan simbolis atas marwah kepemimpinan daerah.

​"Dalam tradisi Melayu, busana ini mengandung makna kehormatan, kesantunan, kearifan, serta tanggung jawab dalam memimpin dan melayani masyarakat. Kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur," tutur Rico Waas dalam pidato sambutannya.

​Penyelenggaraan yang berlangsung maraton sejak 27 Juni ini merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan yang sukses menembus kalender nasional (KEN). Rico menganalogikan APEKSI bertindak sebagai motor penggerak konsolidasi pembangunan fisik kota, maka Gemes hadir sebagai ruang emosional yang menyatukan memori kolektif dan identitas bangsa-bangsa serumpun.

"Selama empat hari, mulai tanggal 27 hingga 30 Juni, berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya telah dilaksanakan. Dan malam hari ini menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian kegiatannya," ujar Rico Waas.

​Lebih lanjut, Rico menekankan narasi kemajuan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kerelaan setiap pemerintah kota untuk saling menopang, bertukar inovasi, dan berjalan seirama tanpa ada daerah yang ditinggalkan di belakang.

"Keduanya mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan akan lebih mudah dicapai ketika kita memilih untuk berjalan bersama. Karena ketika satu kota menjadi lebih kuat, maka satu daerah menjadi lebih maju. Dan ketika 98 kota bergerak bersama, maka Indonesia akan jauh lebih tangguh," tambah Rico.

​Rico berharap gelaran yang dijadwalkan bergulir hingga 4 Juli mendatang mampu menelurkan naskah kerja sama konkret yang berimplikasi langsung pada ketangguhan fiskal dan kedaulatan kota-kota di Indonesia.

"Semoga pertemuan ini melahirkan semakin banyak sinergi, gagasan, kerja sama yang memberikan manfaat bagi kota-kota di Indonesia. Semoga persahabatan yang terjalin menjadi jembatan untuk mewujudkan kota tangguh dan bangsa yang berdaulat," harap Rico Waas.

​Sisi kemeriahan malam puncak ini kian memuncak saat panggung utama diguncang oleh koreografi megah tari kolosal nusantara yang membawakan mosaik keberagaman Indonesia. Suasana malam di jantung Kota Medan tersebut semakin meriah ketika penyanyi papan atas asal Sumatera Utara, , naik ke atas panggung dan membius para delegasi lewat performa vokalnya yang spektakuler.

Di balik riuh rendahnya selebrasi budaya, festival terbukti memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) yang nyata bagi sektor riil. Berdasarkan tabulasi data Dinas Pariwisata , antusiasme pengunjung sukses menstimulus omzet para pelaku UMKM lokal dengan catatan nilai perputaran transaksi yang menembus angka di atas Rp300 juta per hari.

Malam kebersamaan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Direktur Eksekutif Alwis Rustam, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sultan Deli ke-14 Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, jajaran konsulat negara sahabat, serta Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait