Audit Layanan RSUD Pirngadi: Kemenkes Guyur Bantuan Alat Medis Saat Manajemen Dituntut Berbenah
Kemenkes beri bantuan alat medis canggih ke RSUD Pirngadi Medan dengan syarat pembenahan total manajemen dan tata kelola layanan.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Fokus Pemerintah Kota Medan dalam merestrukturisasi RSUD dr Pirngadi kini memasuki babak baru yang melibatkan pengawasan dan dukungan penuh dari otoritas kesehatan nasional. Melalui serangkaian koordinasi di Jakarta, Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap, memastikan bahwa rumah sakit daerah tersebut akan menerima suntikan peralatan medis berteknologi tinggi guna mengejar ketertinggalan fasilitas.
Namun, bantuan ini datang dengan satu syarat mutlak dari Kementerian Kesehatan, perbaikan total pada sistem manajemen dan tata kelola internal agar setiap rupiah investasi negara tidak terbuang sia-sia.
Baca Juga : Dukung UHC Prioritas, RS Pirngadi Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Pasien
Langkah jemput bola yang dilakukan Zakiyuddin ke kantor kesehatan" class="article-tag-link" rel="tag">Kementerian Kesehatan bertujuan untuk menyelaraskan bantuan infrastruktur dari sektor pekerjaan umum dengan ketersediaan perangkat medis spesialis.
“Setelah mendapat dukungan revitalisasi RSUD dr Pirngadi dari Kementerian PUPR, saya juga telah bertemu langsung dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Bapak Dr Benyamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta,” ungkap pria yang akrab disapa Zaki tersebut, Selasa (20/1/2026).
Hasilnya, perangkat krusial seperti Cathlab untuk tindakan jantung dan alat deteksi kanker IHK dijadwalkan masuk dalam daftar inventaris operasional pada bulan depan.
Zakiyuddin menekankan bahwa ketersediaan alat ini akan menjadi solusi bagi hambatan layanan yang selama ini dikeluhkan publik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dukungan penuh. Insyaallah, pada Februari mendatang alat-alat kesehatan tersebut akan datang dan segera bisa digunakan untuk operasional pelayanan pasien di RSUD dr Pirngadi,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa ketersediaan perangkat keras tersebut harus dibarengi dengan penyelesaian krisis dokter spesialis yang masih membayangi banyak daerah. “Dalam pertemuan itu, kami juga membahas kekurangan dokter, khususnya dokter spesialis di daerah. Ini merupakan tantangan yang harus dicarikan solusi secara bersama,” katanya.
Dari sisi regulator, Wakil Menteri Kesehatan Dr Benyamin Paulus Octavianus memberikan catatan kritis mengenai produktivitas rumah sakit daerah. Ia mengingatkan bahwa keberadaan alat canggih tidak akan berdampak maksimal jika struktur organisasi masih gemuk dan tidak efisien. Wamenkes mendorong daerah untuk menciptakan lingkungan kerja yang kompetitif agar dokter spesialis tertarik mengabdi tanpa harus dipaksa.
“Rumah sakit harus berbenah. Kerja dan pelayanannya harus dirapikan, jangan sampai kelebihan pegawai, tapi juga jangan sampai kekurangan. Aspek ekonomis juga harus dijaga, perlu efisiensi,” tegas Benyamin.
Baca Juga : Dukung UHC Prioritas, RS Pirngadi Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Pasien
Menurutnya, manajemen yang sehat secara ekonomi adalah daya tarik paling kuat bagi tenaga ahli untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah asal mereka.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·36 menit yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·53 menit yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANAtasi Banjir Cinta Damai, Pemko Medan Bangun Drainase
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
-
EKONOMIHarga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Airlangga Pastikan APBN 2026 Masih Aman
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan