Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Anggota Komisi XII DPR Sartono Hutomo Yakin PHE Mampu Percepat Pengembangan Blok Masela

Anggota Komisi XII DPR, Sartono Hutomo, meyakini PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui Subholding Upstream Pertamina akan memainkan peran strategis

Anggota Komisi XII DPR Sartono Hutomo menilai PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki kapasitas dan pengalaman untuk berkontribusi besar dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Blok Masela. Selasa (21/7/2026) (Foto.istimewa)
Anggota Komisi XII DPR Sartono Hutomo menilai PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki kapasitas dan pengalaman untuk berkontribusi besar dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Blok Masela. Selasa (21/7/2026) (Foto.istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – , , meyakini () melalui akan memainkan peran strategis dalam pengembangan (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di .

Menurut Sartono, bergabungnya sebagai pemegang hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 20 persen sejak 2023 menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan proyek gas raksasa tersebut yang sempat tertunda selama 28 tahun.

“PHE berpotensi memberi kontribusi besar karena memiliki pengalaman mengelola proyek hulu migas nasional,” kata Sartono, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai kehadiran PHE di Blok Masela tidak boleh hanya sebatas kepemilikan saham, tetapi harus memberikan nilai tambah yang terukur bagi proyek maupun industri energi nasional.

Pada tahap konstruksi, Sartono mendorong PHE meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas keterlibatan industri nasional, mendorong transfer teknologi, serta menjaga efisiensi biaya proyek yang memiliki nilai investasi sekitar 20,94 miliar dolar AS.

Selain itu, ia menilai PHE memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pengembangan proyek dari sisi teknis, lingkungan, hingga aspek komersial.

Meski demikian, Sartono mengingatkan bahwa Blok Masela merupakan proyek LNG berskala dunia yang menuntut penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) serta daya saing komersial yang tinggi.

"Karena itu, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memastikan proyek tetap kompetitif di pasar LNG global. Penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi kunci," ujarnya.

Sartono berharap pengembangan Blok Masela dengan potensi cadangan gas mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun dapat memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan penerimaan negara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Lapangan Abadi Blok Masela di Tanimbar, , Kamis (16/7/2026). 

Groundbreaking tersebut menandai dimulainya fase baru pengembangan proyek yang telah tertunda sejak kontrak bagi hasil pertama ditandatangani pada 1998.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut proyek LNG Abadi Masela diperkirakan memberikan penerimaan negara hingga 37,8 miliar dolar AS, dengan tambahan kontribusi pajak tidak langsung sekitar 6,43 miliar dolar AS. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp352 triliun. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru