Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Anggota DPR Desak Evaluasi Kepatuhan AMDAL Perusahaan Industri di Dumai

Anggota DPR Iyeth Bustami desak evaluasi kepatuhan AMDAL perusahaan industri di Dumai usai dugaan pencemaran lingkungan pesisir.

Anggota Komisi XII DPR RI Iyeth Bustami mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan-perusahaan di kawasan industri Kota Dumai, Selasa (12/5/2026).(foto: istimewa)
Anggota Komisi XII DPR RI Iyeth Bustami mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan-perusahaan di kawasan industri Kota Dumai, Selasa (12/5/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan () perusahaan-perusahaan di kawasan industri . Desakan ini muncul setelah adanya laporan dugaan pencemaran sungai dan perairan pesisir akibat yang tidak dikelola dengan baik.

Iyeth menegaskan bahwa pertumbuhan investasi dan industri tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan maupun keselamatan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

“Fokus utama kami adalah merespons keresahan masyarakat terkait krisis lingkungan di Dumai. Kita mendukung investasi, tetapi jangan sampai ada perusahaan yang beroperasi dengan mengorbankan hajat hidup masyarakat dan merusak lingkungan. Kepatuhan terhadap harus diawasi secara ketat,” ujar Iyeth, Selasa (12/5/2026).

Legislator asal daerah pemilihan Riau itu menyoroti buruknya tata kelola limbah industri yang dinilai telah memicu , mulai dari rembesan bahan kimia ke kawasan hingga matinya biota laut di wilayah pesisir.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan nelayan lokal yang kini semakin sulit mendapatkan hasil tangkapan akibat perairan yang tercemar.

“Jika pencemaran ini terus dibiarkan, masyarakat kecil yang paling dirugikan. Nelayan kehilangan penghasilan dan sumber air bersih warga terancam. Lingkungan industri harus selaras dengan perlindungan ekologi, bukan malah menjadi sumber bencana bagi warga sekitar,” tegasnya.

Sebagai anggota komisi yang membidangi dan investasi, Iyeth menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat guna mendorong penguatan pengawasan terpadu terhadap aktivitas industri di Dumai.

Ia juga meminta adanya sinergi lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap dugaan pelanggaran lingkungan dapat ditindak secara cepat, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Kita harus memastikan Dumai tidak hanya maju sebagai kota industri, tetapi juga tetap menjadi kota yang bersih dan sehat. Perusahaan yang terbukti melanggar aturan pengelolaan limbah harus diberikan sanksi sesuai regulasi yang berlaku,” pungkasnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait