Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

7 Hari Nihil, Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda Diperpanjang

Pencarian lima wartawan dan tiga ABK yang hilang di Selat Sunda diperpanjang tiga hari setelah tujuh hari operasi SAR belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian besar-besaran tengah berlangsung di perairan Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 11 kapal gabungan dikerahkan untuk menemukan rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin malam usai melakukan peliputan erupsi, Kamis (10/9/2026).(foto: istimewa)
Operasi pencarian besar-besaran tengah berlangsung di perairan Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 11 kapal gabungan dikerahkan untuk menemukan rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin malam usai melakukan peliputan erupsi, Kamis (10/9/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, BANTEN — Operasi pencarian terhadap lima wartawan dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, belum membuahkan hasil.

Setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut, tim gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari ke depan.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi hingga hari ketujuh.

“Hasil evaluasi operasi SAR hari ke-7 hari ini masih nihil. Hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad di Posko Pencarian Pantai Marina Carita, Senin (14/9/2026).

Selama tujuh hari operasi, tim SAR menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi cuaca. Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan keberadaan para korban.

Bahkan, petugas sempat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hingga radius sekitar 3 kilometer. Langkah tersebut dilakukan setelah tim berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai kondisi aktivitas gunung.

Menurut Al Amrad, saat pencarian dilakukan, informasi dari PVMBG menyebutkan tidak terjadi erupsi sehingga tim SAR dapat mencoba mendekati kawasan tersebut.

“Tim kami tetap siap sampai dengan hal terburuk yang harus kita lakukan. Kemarin, sampai Gunung Anak Krakatau kita sudah mendekat memasuki radius 3 km berdasarkan hasil koordinasi dengan rekan-rekan PVMBG bahwa saat itu tidak ada erupsi,” katanya.

Selain menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, area pencarian juga diperluas hingga ke wilayah Samudra Hindia.

Perluasan wilayah dilakukan dengan mempertimbangkan prediksi pergerakan arus dan kemungkinan pergeseran posisi target berdasarkan pemetaan SAR.

“Pada hari ke-6 sampai hari ke-7 sebenarnya kita sudah masuk di Samudra Hindia. Daerah Bengkulu juga sudah kita sampai ke sana. Artinya, kita berdasarkan SAR map prediction, pergeseran arus dan target,” jelas Al Amrad.

Pemprov Banten Minta Operasi Dilanjutkan

Gubernur Banten Andra Soni turut meminta agar pencarian terhadap delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda terus dilanjutkan.

Menurut Andra, pemerintah daerah meminta dukungan seluruh unsur terkait agar operasi SAR dapat kembali diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan memungkinkan operasi pencarian diperpanjang setelah tujuh hari berdasarkan pertimbangan tertentu, termasuk permintaan dari keluarga maupun pemerintah daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga meminta dukungan dari Polda Banten dalam hal ini Polair, kepada Lanal Banten, dan seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Banten untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Andra.

Dengan keputusan tersebut, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan dengan memperluas penyisiran di sejumlah wilayah perairan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru