21 Orang Tewas, 5 Hilang saat Banjir Bandang dan Longsor Landa Pekalongan
Sebanyak 21 orang dilaporkan tewas saat banjir bandang dan longsor melanda Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).
nusantaraterkini.co, PEKALONGAN - Sebanyak 21 orang dilaporkan tewas saat banjir bandang dan longsor melanda Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).
Sementara, 13 orang lainnya mengalami luka ringan dan lima orang dikabarkan hilang.
Wakil Komandan Korps Brimob (Wadankorbrimob) Polri, Irjen Pol Ramdani Hidayat mengatakan, data yang diterima hingga saat ini, korban meninggal sebanyak 21 orang dan 13 lainnya mengalami luka ringan.
Baca Juga : Mayat Wanita Dalam Koper Tanpa Kepala dan Kaki Gegerkan Warga
“Dari laporan sebanyak 21 korban meninggal dunia, 13 lainnya luka ringan. Itu laporan yang diterima," katanya dikutip kumparan, Jumat (24/1/2025).
Ramdani mengatakan, saat ini pihaknya bersama BPBD, Basarnas, TNI dan relawan tengah melakukan pencarian korban hilang.
Polri telah menerjunkan 152 personel untuk membantu proses evakuasi korban bencana longsor di Desa Kesimpar, Petungkriyono, Pekalongan.
Baca Juga : Seorang Nelayan Tewas Diterkam Buaya saat Cari Siput di Sungai Trok Inhil
"Mereka bersama stakeholder terkait bersama-sama membangun tanggul sementara dari pasir yang dimasukkan ke dalam karung," jelas Ramdani.
Prajurit TNI AL ikut turun mencari korban hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pencarian yang dilakukan pada Kamis (23/1/2025) itu dilakukan dengan menyisir berbagai aliran sungai.
Sebanyak 16 anggota TNI AL dari Lanal Tegal itu bekerja sama dengan tim SAR dan warga sekitar menyisir lokasi pencarian. Mereka mengangkat material longsor bersama demi menemukan korban.
Baca Juga : Satu Rumah di Langkat Terbakar, Pemilik Luka Bakar: Api Diduga Dalam Mobil
Bencana banjir bandang dan longsor di Pekalongan terjadi akibat hujan deras terus-menerus.
"Prajurit TNI AL yang diturunkan memprioritaskan proses evakuasi warga yang masih terjebak. Fokus utama adalah menyelamatkan korban, membuka jalur akses yang tertutup longsoran, dan mendistribusikan bantuan logistik ke tempat pengungsian," bunyi keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam keterangan yang diterima, Jumat (24/1/2025).
Diharapkan dengan kehadiran prajurit TNI AL akan mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
"Ini merupakan implementasi dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, sekaligus menjadi bukti nyata dari peran aktif TNI dalam mendukung masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam," tutupnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan