Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

12.130 Jiwa Terdampak Banjir di Langkat, Jalinsum Medan–Aceh Masih Lumpuh Total: Debit Air Masih Tinggi

12.130 warga di Langkat mengungsi akibat banjir. Jalinsum Medan–Aceh lumpuh, jembatan putus, dan sejumlah kecamatan terendam hingga 1 meter.

Susana banjir di kawasan Kabupaten Langkat. (Foto: istimewa)
Susana banjir di kawasan Kabupaten Langkat. (Foto: istimewa)
A A

nusantaraterkini.co, LANGKAT – Banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memaksa lebih dari 12 ribu warga mengungsi. Data dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Multi Sektor Langkat per Kamis (27/11/2025) mencatat sedikitnya 12.130 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat luapan air yang semakin meluas.

Jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah, mengingat debit air semakin tinggi di sejumlah kecamatan pada Jumat (28/11/2025).

Kepala Pelaksana , Muhammad Ansyari, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sejak 25 November 2025. “Curah hujan tinggi menyebabkan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebanyak 7 kecamatan, 12 desa, dan 4 kelurahan kini terendam banjir. Fasilitas umum seperti sekolah terpaksa diliburkan, sementara lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan warga ikut terdampak cukup parah.

Situasi makin sulit ketika Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Aceh lumpuh total, tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Bahkan, jembatan penghubung Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, terputus akibat derasnya arus.

Di Kecamatan Babalan, sekitar 180 warga di Bukit Gajah, Desa Securai Utara, terisolasi dan belum dapat keluar dari wilayah tersebut. Meski demikian, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.

Dari total pengungsi, tercatat 435 warga berada di Kecamatan Brandan Barat, 7.105 warga di Kecamatan Babalan, dan 4.520 warga di Kecamatan Gebang.

bersama lintas sektor telah melakukan sejumlah langkah, seperti evakuasi menggunakan perahu, pendirian tenda darurat, penyaluran paket logistik, hingga penyebaran informasi peringatan dini cuaca dari BMKG. Posko siaga bencana juga aktif 24 jam di ruang Pusdalops PB BPBD Langkat.

Namun, proses evakuasi masih terkendala tingginya intensitas hujan, akses jalan yang sulit dilalui, serta partisipasi masyarakat yang belum maksimal.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru