Warga Simalungun Masih Dihantui Jalan Rusak, Pemerintah Acuh Kualitas Jalan Begitu Buruk
Warga Simalungun Masih Dihantui Jalan Rusak, Pemerintah Acuh Kualitas Jalan Begitu Buruk
Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN — Kondisi infrastruktur jalan provinsi di Raya Bayu, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menuai keluhan mendalam dari warga setempat.
Ruas jalan tersebut sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah tanpa adanya perbaikan yang memadai.
Erlin Saragih (82), warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan di wilayah mereka.
Ia bahkan membandingkan kualitas jalan saat ini dengan masa penjajahan.
"Jalan jaman penjajahan Belanda lebih bagus daripada zaman sekarang. Sekarang sudah merdeka berapa puluh tahun semakin jelek," ujar Erlin Saragih.
Selain persoalan fisik jalan yang memprihatinkan, Erlin menyoroti tidak adanya transparansi anggaran dari pemerintah terkait rencana pembangunan maupun perbaikan infrastruktur.
Menurutnya, jadwal rencana perbaikan jalan tidak pernah diketahui oleh masyarakat, baik secara online maupun offline dari perangkat desa setempat.
Akibat minimnya informasi dan sosialisasi ini, banyak warga yang tidak mengetahui progres perbaikan jalan di Simalungun.
"Belum tahu kalau dalam koran ada, tapi enggak pernah ada pembangunan. Sebelumnya tidak pernah pemerintah setempat pernah melihat jalan ini," ungkap Erlin, Minggu (23/8/2026).
Ia juga menambahkan bahwa warga kerap kali harus berinisiatif secara swadaya menambal lubang-lubang jalan menggunakan batu putih demi meminimalisir kecelakaan.
"Anak-anak sini juga itu. Bahan dari batu putih itu. Mereka beli setengah motor, dipukuli, ditaruh lubang yang besar-besar itu. Situlah orang itu satu hari minta-minta. Kalau sudah jam 4, enggak dikasih orang lagi, pulangnya," jelas Erlin terkait aksi swadaya warga.
Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang besar ini menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan. Saat musim hujan tiba, lubang-lubang tertutup genangan air, sehingga tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan.
"Banyak yang mati bawa kereta, jatuh. Dari sinilah sampai Sondi. Kalau datang hujan, tertutup semua lubang-lubang ini karena air, ditabrak, hancurlah. Tergenang semua di dalam lubang-lubang ini sampai ke Sondi Raya," katanya.
Warga berharap pemerintah dapat lebih serius, transparan mengenai anggaran, serta memperhatikan kualitas pengerjaan agar jalan dapat bertahan lebih lama dan memberikan keamanan bagi masyarakat yang melintas.
(Cv3/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KESEHATANStudi Ungkap Hubungan Kebugaran Anak dengan Risiko Depresi di Masa Dewasa
Rozie Winata·28 menit yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANMuara Enim Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan