TNI dan Nommensen Kaji Potensi Garam Rakyat Manduamas untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Yonif TP 905 dan Nommensen teliti potensi air laut Manduamas untuk kembangkan garam rakyat dan ketahanan pangan
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan terus digalakkan melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Kali ini, Yonif TP 905/Tuan Syah berkolaborasi dengan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar melalui Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (Pustaka Nommensen) mengkaji potensi pengembangan garam rakyat di kawasan pesisir Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kajian ilmiah yang berlangsung sejak Rabu hingga Jumat (21/8/2026) ini difokuskan untuk menguji kelayakan air laut di wilayah tersebut sebagai bahan baku utama pembuatan garam secara objektif.
Danyonif TP 905/Tuan Syah, Letkol Inf Sabar Marihot Simanjuntak menegaskan, potensi lokal harus dikelola secara terpadu demi memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat.
"Potensi lokal perlu kita lihat dan kembangkan. Karena itu, kami mendorong potensi garam rakyat ini dikaji secara ilmiah bersama perguruan tinggi agar dapat diketahui potensinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya, Sabtu (22/8/2026).
Sementara itu, Ketua Pustaka Nommensen, Rindu Erwin Marpaung, menjelaskan, penelitian tidak hanya mengandalkan pengamatan visual, melainkan melalui pengambilan sampel dan uji laboratorium yang ketat untuk mendapatkan data komprehensif.
Untuk memperoleh data yang representatif dan akurat, tim peneliti mengambil sampel air laut dari sejumlah lokasi strategis di pesisir Manduamas, yaitu di Pantai Sago, Pantai Tapus, Pantai Biru, Pantai Sindeas dan Pantai Afdeling.
"Setiap titik dapat memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga data yang diperoleh nantinya dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi bahan baku garam di wilayah Manduamas," jelasnya.
Hasil laboratorium ini nantinya tidak sekadar menyajikan angka statistik, tetapi diharapkan mampu menjawab tantangan besar terkait kelayakan kualitas, peluang pengembangan berkelanjutan, serta dampaknya terhadap ekonomi lokal.
Jika terbukti layak secara ilmiah, pengembangan garam rakyat ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada aspek teknis produksi semata.
Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi pendorong pemberdayaan masyarakat pesisir, penguatan ekonomi daerah, serta landasan perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) bagi pemerintah setempat.
(Rdo/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan